WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) mengajak masyarakat untuk turut mengawasi penyaluran energi dengan melaporkan setiap dugaan penyimpangan atau penyelewengan yang ditemukan di lapangan. Langkah tersebut dilakukan di tengah dinamika geopolitik global serta berbagai tantangan yang masih dihadapi sektor energi.
Vice President (VP) Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan Pertamina terus berupaya menjaga keandalan pasokan energi agar kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha tetap terpenuhi.
Baca Juga:
Samin Tan Kini Jadi Tersangka di Dua Kasus Korupsi, Pernah Divonis Bebas oleh KPK
"Di tengah dinamika geopolitik global dan tantangan energi yang masih berlangsung, Pertamina terus berupaya menjaga keandalan pasokan energi agar kebutuhan masyarakat dan dunia usaha tetap terpenuhi," ujar Baron dalam keterangan resmi, Rabu (1/7/2026).
Ia mengatakan pengawasan terhadap distribusi energi tidak hanya menjadi tanggung jawab Pertamina, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat.
"Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi apabila menemukan dugaan penyimpangan, penyelewengan dalam penyaluran energi di lapangan. Informasi tersebut dapat disampaikan melalui saluran resmi Pertamina maupun aparat penegak hukum," katanya.
Baca Juga:
Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Penyaluran dan Perkuat Distribusi BBM di Sejumlah Wilayah
Selain itu, Pertamina juga mengimbau masyarakat menggunakan energi secara bijak dan sesuai kebutuhan agar pasokan energi tetap terjaga. Menurut Baron, dukungan seluruh pihak diperlukan untuk menjaga ketahanan energi nasional agar tetap andal dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Dengan dukungan seluruh pihak, kita dapat bersama-sama menjaga ketahanan energi nasional agar tetap andal berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia," jelas Baron.
Dalam kesempatan tersebut, Baron juga menyampaikan apresiasi dan dukungan seluruh pihak yang sudah terlibat dalam perjalanan Pertamina sehingga perusahaan bisa mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025.