WAHANANEWS.CO.JAKARTA– Di pesisir Desa Samudra Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, budidaya udang menjadi salah satu tumpuan penghidupan masyarakat. Namun, besarnya potensi tersebut selama bertahun-tahun belum mampu memberikan hasil yang optimal. Produktivitas tambak masih rendah akibat keterbatasan sistem budidaya, sementara hasil panen kerap mengalami penurunan kualitas karena belum tersedianya fasilitas penyimpanan yang memadai.
Akibatnya, petambak harus segera menjual hasil panennya setelah dipanen dengan harga yang relatif rendah. Kondisi tersebut membuat nilai ekonomi budidaya udang belum sepenuhnya dapat dinikmati oleh masyarakat.
Baca Juga:
Srikandi PLN UID Jabar Gandeng BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga di Daerah Rawan Longsor
Berangkat dari kondisi tersebut, PT PLN Electricity Services (PLN ES) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menghadirkan Program Electrifying Aquaculture sebagai upaya meningkatkan produktivitas tambak sekaligus memperkuat kesejahteraan petambak melalui pemanfaatan teknologi dan infrastruktur kelistrikan.
Program yang direalisasikan pada 30 April 2026 ini dilaksanakan bersama Laznas Syarikat Islam sebagai mitra pemberdayaan masyarakat. Intervensi program dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pendampingan budidaya selama tujuh bulan dengan dua siklus panen, pemberian obat dan suplemen sebanyak sepuluh kali, penyediaan tiga unit pompa air berkapasitas 3 HP, lima unit mesin kincir air, pembangunan dua unit cold storage, renovasi gudang penyimpanan, bantuan 100 ribu benih udang vaname, hingga penyediaan 600 kilogram pakan udang.
Sebagai bagian dari upaya mendukung elektrifikasi sektor perikanan, PLN ES di dukung oleh PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya (Jaya) juga membangun infrastruktur kelistrikan berupa jaringan tegangan rendah sepanjang 0,370 kilometer sirkuit (kms) serta pemasangan 12 tiang listrik melalui kolaborasi dengan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Marunda. Kehadiran infrastruktur tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung operasional tambak yang lebih andal dan efisien.
Baca Juga:
PLN Electricity Services Implementasikan Perdana Live Line Insulation Coating Robot di Sumatera dan Kalimantan
Direktur Utama PLN ES, Susiana Mutia, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat melalui optimalisasi potensi ekonomi lokal.
"Kami meyakini bahwa program TJSL harus mampu menciptakan dampak yang terukur bagi masyarakat. Melalui Electrifying Aquaculture, kami tidak hanya menyediakan infrastruktur dan sarana produksi, tetapi juga membangun kapasitas petambak agar mampu meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, serta memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan," ujar Susiana.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hingga Juli 2026 atau pada siklus panen perdana pascarealisasi program, kelompok petambak berhasil menghasilkan total panen udang sebanyak 370 kilogram, dengan rata-rata peningkatan produktivitas mencapai 150% dibandingkan sebelum program berjalan. Kehadiran fasilitas _cold storage_ juga berhasil menjaga kualitas seluruh hasil panen tersebut, sehingga petambak memiliki fleksibilitas dalam menentukan waktu penjualan dan memperoleh harga yang lebih kompetitif. Dampak tersebut turut memberikan peningkatan nilai ekonomi sekitar Rp5 juta bagi setiap petambak, sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha budidaya udang di Desa Samudra Jaya.
Susiana menambahkan bahwa keberhasilan program ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam membangun sektor perikanan yang lebih modern dan berdaya saing.
"Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan lembaga sosial mampu menghasilkan perubahan yang nyata. Kami berharap model pemberdayaan seperti ini dapat menjadi inspirasi untuk memperkuat sektor perikanan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan energi listrik yang produktif," tambahnya.
Melalui Program Electrifying Aquaculture, PLN ES menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghadirkan keandalan layanan ketenagalistrikan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan energi listrik yang produktif. Program ini menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Narahubung:
Aep Saepudin
Sekretaris Perusahaan
PLN ES
[email protected]
Sekilas Tentang PLN ES:
_Perusahaan yang bergerak dibidang Operation & Maintenance pada jaringan Transmisi dan Distribusi Kelistrikan inii, didirikan sejak 18 Oktober 2011. PLN Electricity Services (PLN ES) beroperasi di wilayah Sumatera, Jawa dan Bali. Dengan visi Menjadi Perusahaan #1 Pilihan Pelanggan untuk Pelayanan Ketenagalistrikan Berkualitas di Indonesia, PLN ES terus berinovasi dengan tetap berpegang teguh pada kaidah tata pengelolaan perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). PLN ES juga mendedikasikan dirinya untuk mendukung capaian Net Zero Emission melalui penyediaan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia.
[Amel Silaban]