WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) memastikan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik dengan menyiagakan sebanyak 439 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang jalur mudik Jawa Timur hingga Bali.
Langkah ini dilakukan guna mendukung kelancaran perjalanan para pemudik yang menggunakan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) pada momen Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Baca Juga:
Momentum International Women’s Day, PLN Tegaskan Komitmen Dukung Perempuan Berkarya
Kesiapan tersebut ditinjau langsung oleh Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, saat melakukan inspeksi di SPKLU Rest Area KM 792 A Tol Gempol–Pasuruan, Jawa Timur.
Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam memastikan seluruh fasilitas pengisian daya siap beroperasi optimal selama periode arus mudik dan balik.
Adi menegaskan bahwa penyediaan infrastruktur ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi secara menyeluruh, mulai dari penyediaan energi hingga layanan kepada pengguna.
Baca Juga:
PLN Pastikan Listrik Andal Saat Ramadan dan Idulfitri 2026, Cadangan Daya Aman
Selain itu, PLN juga ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama perjalanan jauh tanpa kekhawatiran kehabisan daya.
Direktur Retail dan Niaga PT PLN, Adi Priyanto (kedua dari kiri) menyapa salah satu pengendara kendaraan listrik di SPKLU Center Hayam Wuruk yang sedang melakukan charging kendaraannya.
“PLN telah melakukan persiapan secara menyeluruh sejak jauh hari. Kami menyiagakan seluruh infrastruktur pengisian daya di jalur mudik Jawa Timur hingga Bali berada dalam kondisi optimal dan siap melayani kebutuhan pemudik EV selama 24 jam tanpa henti,” ujar Adi.
Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, PLN memproyeksikan jumlah pengguna EV saat mudik tahun ini akan meningkat hingga 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik semakin tinggi, sekaligus menandakan perkembangan ekosistem EV di Indonesia yang semakin matang.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PLN tidak hanya menambah jumlah SPKLU, tetapi juga mengatur penyebarannya secara strategis.
Fasilitas pengisian daya ditempatkan di berbagai titik dengan mobilitas tinggi seperti rest area jalan tol, jalur utama antar kota, hingga kawasan menuju pelabuhan penyeberangan.
Selain itu, jarak antar-SPKLU dirancang berada dalam kisaran sekitar 22 kilometer. Dengan perencanaan ini, pengguna kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan jarak jauh dengan lebih tenang dan terencana.
“Dengan persebaran SPKLU yang semakin luas dan terencana, pengguna kendaraan listrik kini memiliki fleksibilitas lebih dalam merencanakan perjalanan, sekaligus mendapatkan kepastian akses terhadap pengisian daya di sepanjang rute mudik,” tambahnya.
Lebih lanjut, penguatan infrastruktur ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung transisi energi nasional menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
Di tengah tantangan global terkait perubahan iklim, kendaraan listrik dinilai sebagai solusi strategis dalam menekan emisi karbon, khususnya di sektor transportasi, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Direktur Retail & Niaga PT PLN (Persero) bersama jajaran manajemen PLN UID Jawa Timur berdialog langsung dengan pemudik di SPKLU Rest Area KM 792A Gempol–Pasuruan guna memastikan layanan pengisian kendaraan listrik berjalan optimal, andal, dan nyaman, sehingga perjalanan mudik masyarakat dengan kendaraan listrik dapat berlangsung aman dan tanpa khawatir.
“Penggunaan kendaraan listrik bukan hanya memberikan efisiensi dan kenyamanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun sistem energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan tangguh,” ujar Adi.
Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, mengungkapkan bahwa dari total 439 unit SPKLU di jalur Jawa Timur hingga Bali, sebanyak 297 unit berada di wilayah Jawa Timur yang tersebar di 158 lokasi strategis.
Selain menambah jumlah unit, PLN UID Jawa Timur juga menghadirkan inovasi berupa lima SPKLU Center yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus memberikan pengalaman pengisian daya yang lebih optimal bagi para pengguna kendaraan listrik.
“Kami tidak hanya memastikan jumlah yang memadai, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan di setiap titik. Dengan kehadiran SPKLU Center, kami ingin menghadirkan pengalaman pengisian daya yang lebih nyaman sehingga dapat mendukung kelancaran perjalanan pemudik kendaraan listrik,” ujar Ahmad.
Di wilayah Bali, General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, menyampaikan bahwa PLN telah menyiagakan sebanyak 142 unit SPKLU yang tersebar di 93 lokasi strategis, mencakup wilayah Bali Selatan, Bali Timur, hingga Bali Utara.
Penyebaran yang merata ini bertujuan untuk memastikan kemudahan akses bagi seluruh pengguna kendaraan listrik, baik masyarakat lokal maupun wisatawan yang beraktivitas di Pulau Bali.
“Kami ingin memastikan setiap pengguna kendaraan listrik dapat menikmati perjalanan yang lancar dan menyenangkan di Bali, dengan dukungan infrastruktur pengisian daya yang merata dan andal,” pungkas Eric (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]