WAHANANEWS.CO, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Amin Ak menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing tidak semestinya hanya dipandang sebagai ancaman bagi perekonomian nasional.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat sektor-sektor produktif yang mampu meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global, sekaligus memperbesar perolehan devisa negara.
Baca Juga:
Misbakhun: Nilai Transfer ke Daerah 2027 Masih Menunggu Pembahasan RAPBN
Ia menjelaskan, pengalaman sejumlah negara menunjukkan bahwa depresiasi nilai mata uang dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi apabila diiringi dengan peningkatan produktivitas, penguatan sektor riil, serta kebijakan yang mampu mendorong ekspor dan investasi.
Oleh karena itu, pemerintah perlu menyusun strategi yang tepat agar pelemahan rupiah dapat diubah menjadi peluang ekonomi.
“Fokus kita bukan meratapi rupiah yang melemah, melainkan mengejar ekonomi yang kuat. Ketika rupiah tertekan oleh dinamika global, kita harus mampu mengubah tantangan itu menjadi peluang ekonomi,” ujar Amin dikutip dari situs resmi DPR RI, Kamis (6/8/2026).
Baca Juga:
Rupiah Tembus Rp18.000/US$, Apindo Sebut Pengusaha Efisiensi & Stop Buka Loker
Amin menilai Indonesia memiliki sejumlah sektor yang dapat dioptimalkan untuk memanfaatkan kondisi tersebut, salah satunya pariwisata.
Ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya perjalanan, akomodasi, kuliner, transportasi, hingga berbagai layanan wisata di Indonesia menjadi relatif lebih murah bagi wisatawan mancanegara yang menggunakan mata uang asing.
Kondisi itu dinilai dapat meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata internasional sekaligus menambah pemasukan devisa.