WAHANANEWS.CO, Jakarta - Isu blackout dan kabar menipisnya pasokan batu bara langsung dibantah PLN setelah pemadaman bergilir terjadi di sejumlah wilayah Jawa dalam beberapa waktu terakhir.
PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan Jawa saat ini tetap beroperasi dalam kondisi aman dan terkendali meskipun terdapat kendala operasional yang berdampak pada berkurangnya pasokan listrik di beberapa wilayah.
Baca Juga:
PLN WATCH: 60 Pembangkit Baru Berkapasitas 16,5 GW Bukti Transformasi PLN di Bawah Darmawan Prasodjo
Penjelasan tersebut disampaikan PLN untuk merespons pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah daerah dan sempat memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Salah satu isu yang berkembang adalah dugaan menipisnya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik sehingga memicu gangguan pasokan listrik.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero) Gregorius Adi Trianto mengatakan PLN terus melakukan sejumlah langkah untuk menjaga keandalan pasokan listrik dan memastikan layanan kepada pelanggan tetap berjalan.
Baca Juga:
PLN WATCH: 60 Pembangkit Baru Berkapasitas 16,5 GW Bukti Transformasi PLN di Bawah Darmawan Prasodjo
"PLN menyampaikan bahwa saat ini sistem kelistrikan Jawa beroperasi dan terkendali dengan baik, meskipun terdapat kendala operasional yang berdampak pada berkurangnya pasokan listrik di sejumlah wilayah," kata Greg kepada CNBC Indonesia pada Jumat (12/6/2026).
Greg juga membantah adanya kondisi blackout sebagaimana ramai diperbincangkan dalam beberapa waktu terakhir.
Atas gangguan yang sempat dirasakan sebagian pelanggan, PLN menyampaikan permohonan maaf dan memastikan penanganan terus dilakukan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan.
"Kami juga menghimbau pelanggan untuk mengikuti perkembangan informasi melalui kanal komunikasi resmi, termasuk di unit PLN setempat," ujar Greg.
Dalam kesempatan berbeda, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga membantah pemadaman listrik di sejumlah daerah di Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat, disebabkan oleh kelangkaan batu bara.
Bahlil mengatakan pemadaman listrik yang terjadi murni berkaitan dengan permasalahan pada mesin pembangkit.
"Sampai hari ini, malam ini juga rapat sama PLN. Untuk membahas masalah ini. Masalah batu bara langka gak benar, karena penugasan kita sudah 170 juta ton," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan pada Kamis (11/6/2026).
Menurut Bahlil, persoalan yang terjadi bukan berasal dari ketersediaan batu bara, melainkan gangguan teknis pada sejumlah mesin.
"Hanya saja ada beberapa trouble di beberapa mesin seperti yang disampaikan PLN dan akan diselesaikan dalam waktu dekat," katanya.
Bahlil membenarkan bahwa pemadaman listrik memang terjadi di beberapa wilayah di Pulau Jawa.
"Kemarin memang ada pemadaman. Belum maksimal, ini kita lakukan percepatan untuk pemulihan," jawabnya.
Sebelumnya, PLN telah menyampaikan pengumuman resmi mengenai pemadaman listrik tersebut melalui media sosial pada Rabu (10/6/2026).
Setidaknya terdapat 14 daerah di Jawa Barat yang terdampak pemadaman listrik bergilir sejak pengumuman tersebut disampaikan.
PLN menegaskan proses penanganan terus dilakukan agar pasokan listrik di wilayah terdampak dapat segera kembali normal.
Perusahaan juga meminta pelanggan mengikuti informasi resmi agar tidak terpengaruh spekulasi yang belum terkonfirmasi terkait kondisi sistem kelistrikan.
[Redaktur: Sandy]