Ia menambahkan bahwa program Mekaar memiliki dampak strategis karena menyasar jutaan perempuan pelaku usaha mikro di berbagai daerah. Oleh sebab itu, kebijakan penurunan bunga ini bukan hanya langkah finansial, tetapi juga investasi sosial untuk memperkuat ekonomi keluarga Indonesia.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch mengatakan, keputusan tersebut akan memberikan efek domino positif terhadap perekonomian kawasan.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Dorong Pembenahan Seluruh BUMN Transportasi
Menurutnya, ketika usaha mikro tumbuh sehat, daya beli masyarakat meningkat dan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah akan semakin dinamis.
“Pertumbuhan ekonomi nasional yang kuat harus bertumpu pada fondasi usaha kecil yang tangguh. Presiden Prabowo memahami bahwa pemberdayaan masyarakat di akar rumput adalah kunci menuju Indonesia yang lebih mandiri dan berkeadilan,” kata Tohom.
Ia optimistis kebijakan ini akan menjadi tonggak baru dalam reformasi pembiayaan inklusif nasional. Dengan dukungan Danantara dan sinergi kementerian ekonomi, Tohom meyakini akses modal murah akan mempercepat lahirnya jutaan wirausaha baru yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat secara berkelanjutan.
Baca Juga:
Penegakan Hukum Sampah Diperkuat, MARTABAT Prabowo-Gibran: Tata Kelola Wajib Berbenah Total
Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan keputusan politik untuk memastikan masyarakat miskin mendapatkan perlakuan yang lebih adil dalam memperoleh pembiayaan.
Menurut Presiden, tidak masuk akal jika orang kaya memperoleh kredit berbunga rendah, sementara rakyat kecil dibebani bunga hingga 24 persen.
[Redaktur: Sandy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.