WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif langkah pemerintah yang akan membenahi regulasi agar produsen dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi memperoleh kesempatan yang setara untuk bersaing dalam proyek pembangunan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
"Ini arah kebijakan yang sangat penting karena KEK seharusnya bukan hanya menjadi magnet investasi, tetapi juga menjadi pengungkit bagi industri nasional yang sudah membangun pabrik, menyerap tenaga kerja, dan menciptakan nilai tambah di Indonesia," kata Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba, Senin (3/8/2026).
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Ucapkan Turut Berduka atas Meninggalnya Anggota DPR RI Bakri Dapil Jambi
Menurut Tohom, keberadaan KEK perlu menghasilkan efek berganda terhadap perekonomian nasional dengan mempertemukan investasi baru dan kapasitas industri yang telah berkembang di dalam negeri.
Ia menilai produsen nasional dengan tingkat TKDN tinggi selayaknya memperoleh ruang kompetisi yang adil dalam pengadaan kebutuhan pembangunan infrastruktur dasar di kawasan tersebut.
"Jangan sampai investasi berkembang pesat di KEK, tetapi industri dalam negeri hanya menjadi penonton karena terdapat aturan yang membuat akses mereka tidak seimbang," ujar Tohom.
Baca Juga:
Prabowo Siapkan Transformasi Industri Perkapalan, MARTABAT Prabowo-Gibran: Kemandirian Maritim Tak Bisa Ditunda
MARTABAT Prabowo-Gibran memandang langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melalui Sidang Terbuka Aduan Kanal Debottlenecking sebagai upaya konkret untuk menemukan hambatan regulasi langsung dari persoalan yang dihadapi pelaku usaha.
Sidang Terbuka Aduan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas Percepatan Penyerapan Anggaran dan Penguatan Pertumbuhan Ekonomi (P3M-PPE) tersebut dipimpin Purbaya di Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta, belum lama ini.
Salah satu persoalan yang dibahas adalah indikasi ketimpangan persaingan atau unfair level playing field di KEK yang berdampak terhadap rendahnya penyerapan produk industri peralatan listrik dalam negeri pada proyek pembangunan infrastruktur dasar.