WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif realisasi investasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang mencapai Rp32 triliun sepanjang Semester I-2026 dengan penyerapan 34.162 tenaga kerja baru.
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba mengatakan capaian tersebut menunjukkan kawasan ekonomi khusus semakin memiliki posisi strategis dalam menjaga kepercayaan investor sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Baca Juga:
Prabowo Siapkan Transformasi Industri Perkapalan, MARTABAT Prabowo-Gibran: Kemandirian Maritim Tak Bisa Ditunda
“Investasi Rp32 triliun dan terciptanya lebih dari 34 ribu lapangan kerja menunjukkan bahwa KEK mulai menjadi mesin pertumbuhan yang konkret, dan tantangannya sekarang adalah memastikan mesin ini menghasilkan nilai tambah sebesar-besarnya bagi Indonesia,” kata Tohom, Minggu (2/8/2026).
Menurut Tohom, dominasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp24 triliun dari total investasi KEK harus dibaca sebagai kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Namun, ia berpandangan masuknya modal asing perlu semakin dihubungkan dengan industri nasional, tenaga kerja lokal, transfer teknologi, dan penguatan rantai pasok domestik.
Baca Juga:
Bayar Listrik Pakai Sampah Makin Berkembang, MARTABAT Prabowo-Gibran: Inovasi Lingkungan Harus Jadi Gerakan Nasional
“Modal boleh datang dari mana saja, tetapi nilai tambah, pengetahuan, teknologi, lapangan kerja, dan kekuatan industrinya harus semakin banyak tinggal di Indonesia,” ujarnya.
Tohom menilai arah pengembangan KEK yang mencakup hilirisasi, industri manufaktur maju, ekonomi digital, pariwisata, pendidikan, kesehatan, dan energi hijau sudah sejalan dengan kebutuhan transformasi ekonomi nasional.
Ia mengatakan Indonesia membutuhkan pusat-pusat pertumbuhan baru yang mampu mengurangi konsentrasi kegiatan ekonomi sekaligus menciptakan konektivitas antardaerah.