WahanaNews.co, Jakarta - Produk kecantikan dan kesehatan (beauty and wellness) asal Indonesia kembali menunjukkan daya saingnya di pasar internasional. Melalui Paviliun Indonesia pada ajang The 7th Beauty Istanbul 2026 yang berlangsung di TÜYAP Fair Center, Istanbul, Turki, pada 7–9 Mei 2026, Indonesia berhasil membukukan potensi transaksi sebesar 6,52 juta dollar AS atau sekitar Rp 106 miliar.
Keikutsertaan Indonesia dalam pameran tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul, dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Baca Juga:
KPPI Hentikan Penyelidikan Perpanjangan Kedua BMTP Impor Komponen Pendingin
Atase Perdagangan RI untuk Ankara, Banny Ratno Ramadhani, mengatakan pertumbuhan industri beauty and wellness di Turki membuka peluang besar bagi produk Indonesia untuk memperluas pasar ekspornya.
"Kami melihat sektor beauty and wellness di Turki tumbuh dan berkembang cukup pesat. Potensi transaksi yang dicatatkan bisa menjadi sinyal positif untuk semakin menjajaki sektor tersebut di pasar Turki. Kami harap semakin banyak eksportir Indonesia yang termotivasi dan melihat Turki sebagai negara tujuan ekspor potensial," ujar Banny.
Menurut dia, sejumlah produk Indonesia yang dipamerkan berpeluang masuk ke jaringan ritel kecantikan ternama di Turki, seperti Watsons, Gratis, Rossmann, Mion/Migros, serta berbagai platform perdagangan elektronik (e-commerce).
Baca Juga:
Perkuat Pencegahan Karhutla, Danrem 042/Garuda Putih Ditunjuk Jadi Plh. Dansatgas Karhutla Jambi 2026
Banny menambahkan, capaian yang diraih dalam pameran tersebut akan ditindaklanjuti melalui penguatan kemitraan dengan pelaku usaha lokal yang memahami regulasi dan preferensi konsumen Turki. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk beauty and wellness Indonesia di pasar setempat.
International Business Junior Manager PT Kino Indonesia Tbk, Muhammad Rizky, mengaku mendapat banyak manfaat dari dukungan yang diberikan Pemerintah Indonesia selama mengikuti pameran.
"Kami merasa terbantu dengan dukungan stan di pameran ini dari Pemerintah Indonesia. Selain dukungan stan, Kemendag RI juga memfasilitasi penerjemah. Hal ini sangat membantu perusahaan yang baru pertama ke Turki dan tidak mengetahui bahasa setempat," kata Rizky.
Pada pameran tersebut, Paviliun Indonesia menempati area seluas 36 meter persegi dan memfasilitasi enam perusahaan nasional untuk menampilkan produk unggulannya.
Perusahaan tersebut meliputi PT Akasha Wira International Tbk dengan produk pewangi rambut dan tubuh, PT Bintang Mas Triyasa dengan bulu mata palsu, PT Amore Natura Persada dengan produk lipstik, serum, dan pelembab, PT Kino Indonesia Tbk dengan vitamin rambut, hair mist, dan kondisioner, PT Surya Andalan Global Abadi dengan sabun batang dan soap noodle, serta PT Priskila Prima Makmur dengan parfum, pewarna rambut, dan kolonye.
Selain peserta yang difasilitasi pemerintah, dua perusahaan Indonesia juga mengikuti pameran secara mandiri, yakni PT Sparindo Mustika yang menampilkan produk losion tangan dan tubuh serta PT Van Aroma dengan produk minyak atsiri.
Beauty Istanbul 2026 diikuti oleh 1.374 peserta dari 61 negara dan menghadirkan 25 paviliun negara yang tersebar di 11 aula pameran. Ajang ini juga menarik lebih dari 26.000 pengunjung dari 167 negara serta sekitar 700 hosted buyer internasional maupun domestik Turki.
Besarnya jumlah peserta dan pengunjung dinilai menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk memperluas eksposur produk sekaligus membangun jaringan bisnis baru di pasar global.
"Beauty Istanbul 2026 merupakan pameran beauty and wellness terbesar di Turki dan bertaraf internasional. Baik peserta maupun pengunjung pameran datang dari seluruh dunia. Keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini menjadi salah satu bentuk fasilitasi yang bisa diberikan oleh Pemerintah Indonesia agar produk-produk ekspor Indonesia semakin dikenal di mancanegara," ujar Banny.
Tidak hanya berfokus pada transaksi bisnis, momentum pameran juga dimanfaatkan untuk mempromosikan penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten.
Promosi tersebut mendapat respons positif dari sejumlah calon pembeli (potential buyer) mancanegara yang menyatakan minat untuk datang langsung ke Indonesia dan menjajaki peluang kerja sama bisnis yang lebih luas.
[Redaktur: Jupriadi]