Selanjutnya, dibutuhkan satu rekening operasional untuk keperluan hidup bulanan seperti membayar tagihan, belanja rutin, dan kebutuhan sehari-hari.
Setelah itu, sebaiknya ada satu rekening khusus untuk tabungan dan investasi supaya lebih disiplin dalam menyisihkan dana.
Baca Juga:
Faktor Usia dan PHK, Pembayaran Dana Pensiun Tembus Rp 20,79 Triliun
Sebagai tambahan, seseorang bisa memiliki satu rekening darurat yang hanya dipakai dalam keadaan benar-benar mendesak.
"Jangan dipakai kecuali kepepet," imbuh Rista.
Ia menambahkan, saat ini bank konvensional maupun digital mempermudah nasabah dengan fasilitas membuka beberapa rekening melalui satu aplikasi, bahkan bisa dalam bentuk kantong-kantong keuangan.
Baca Juga:
Pemerintah Dorong Percepatan Investasi, Menkeu Purbaya Pimpin Sidang Debottlenecking
Meski demikian, Rista mengingatkan bahwa terlalu banyak rekening di berbagai bank justru membawa risiko.
Salah satunya adalah rawan menjadi rekening pasif atau dormant ketika saldo kosong dan tidak digunakan, karena tetap bisa dikenai biaya administrasi hingga akhirnya ditutup.
Risiko lain adalah sisi keamanan, sebab rekening tidur bisa menjadi sasaran penjahat untuk money mule atau penyalahgunaan identitas dalam aksi pencucian uang.