WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kontribusi Bank Muamalat kepada Badan Pengelola Keuangan Haji disebut telah mencapai angka strategis setelah imbal hasil investasi BPKH di bank syariah tersebut menembus Rp1 triliun per akhir 2025, Selasa (21/1/2026).
“Secara kumulatif sejak investasinya di Bank Muamalat, kami telah memberikan kontribusi yang signifikan kepada BPKH,” kata Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Imam Teguh Saptono saat Silaturahmi dengan Insan Media di Jakarta, Selasa (21/1/2026).
Baca Juga:
Bank Muamalat Bersama BMM Inisiasi Program Al-Qur'an Isyarat untuk Teman Tuli
Ia menegaskan bahwa kontribusi Bank Muamalat kepada BPKH sebagai pemegang saham pengendali tidak semata-mata diukur dari aspek finansial.
“Benefitnya tidak bisa diukur dengan hanya benefit finansial,” kata Imam.
Menurutnya, kontribusi yang diberikan Bank Muamalat kepada BPKH secara nilai sebanding dengan tier-1 capital BPKH di bank tersebut yang tercatat sebesar Rp1 triliun.
Baca Juga:
Bank Muamalat Pastikan Kesiapan Uang Tunai untuk Idulfitri 1446 H
Imam juga menyampaikan bahwa secara bisnis, investasi BPKH di Bank Muamalat telah mencapai titik impas dalam kurun waktu relatif singkat.
“BPKH telah mencapai break event point dalam waktu 3 sampai 4 tahun, dan itu belum termasuk sukuk BPKH yang ada di Bank Muamalat,” kata Imam.
Selain kontribusi finansial, Bank Muamalat juga menekankan nilai tambah nonfinansial dalam pengelolaan dana haji.