WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT TBS Energi Utama Tbk atau TOBA menata ulang jajaran pengurusnya sambil menyiapkan langkah besar untuk memperkuat bisnis hijau.
Perubahan susunan pengurus perseroan itu ditetapkan berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang digelar Kamis (16/4/2026) lalu.
Baca Juga:
Dony Oskaria Ungkap Mesin Raksasa BUMN, Kontribusinya Tembus Rp700 Triliun
Dalam agenda tersebut, pemegang saham juga menyetujui penggunaan saldo laba untuk tambahan cadangan wajib, pembagian dividen, serta penguatan struktur permodalan perseroan.
Berdasarkan hasil RUPST, pemegang saham TOBA menyetujui pengangkatan Ahmad Fuad Rahmany sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen.
Ahmad Fuad Rahmany menggantikan Bacelius Ruru yang sebelumnya menjabat posisi tersebut.
Baca Juga:
Mie Instan Tak Selalu Jahat, Ini Batas Aman dan Trik Membuatnya Lebih Sehat
Fuad dikenal pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2011-2014.
Selain itu, TOBA juga mengangkat Judy Lee sebagai Komisaris Independen.
Judy Lee akan menjabat sebagai Komisaris Independen TOBA untuk masa jabatan hingga tahun 2030.
Direktur Utama TOBA, Dicky Yordan, mengatakan kehadiran pengurus baru diharapkan memberi dorongan baru bagi arah transformasi perusahaan.
“Bergabungnya Ibu Judy Lee dan kepemimpinan baru Bapak Fuad Rahmany akan membawa perspektif segar dalam transisi kami sebagai perusahaan hijau yang berfokus pada pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan ekosistem kendaraan listrik,” ungkap Dicky Yordan dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (13/6/2026).
Dicky menilai perubahan susunan pengurus tersebut sejalan dengan arah transformasi TOBA sebagai perusahaan yang semakin fokus pada bisnis berkelanjutan.
Transformasi itu diarahkan untuk memperkuat posisi perseroan di sektor pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan ekosistem kendaraan listrik.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham TOBA juga menyetujui penggunaan saldo laba tahun buku 2025.
Saldo laba itu dialokasikan untuk tambahan cadangan wajib dan pembagian dividen tunai.
Pembagian dividen tunai tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memberikan nilai tambah kepada investor.
Selain itu, TOBA mendapatkan persetujuan untuk menjajaki penawaran umum terbatas atau rights issue.
Langkah rights issue dipersiapkan untuk memberi ruang bagi perseroan dalam memperkuat struktur keuangan apabila dibutuhkan.
Penguatan struktur keuangan tersebut terutama disiapkan untuk mendukung proyek-proyek hijau TOBA ke depan.
Perseroan juga mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback saham.
Buyback saham itu dilakukan sebagai bentuk keyakinan perseroan terhadap fundamental perusahaan dan prospek pertumbuhan jangka panjang.
Dicky menyebut seluruh keputusan dalam RUPS menjadi bagian penting dari perjalanan transformasi TOBA.
“Persetujuan atas seluruh agenda RUPS ini memperkuat fondasi kami untuk melanjutkan transformasi sebagai perusahaan energi berkelanjutan yang tangguh dan kompetitif,” ungkapnya.
Ia menegaskan keputusan yang diambil dalam RUPS dirancang untuk mendukung pencapaian target strategis perusahaan.
“Setiap keputusan yang diambil hari ini dirancang untuk mendukung pencapaian milestone TBS2030 sambil memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Berdasarkan hasil RUPST dan RUPSLB, susunan Dewan Komisaris TOBA kini dipimpin oleh Dr. Ahmad Fuad Rahmany sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen.
Yasmin S. Wirjawan menjabat sebagai Komisaris Independen.
Frances Kang atau Kang Tzu Ping menjabat sebagai Komisaris Independen.
Judy Lee menjabat sebagai Komisaris Independen.
Sementara itu, susunan Direksi TOBA dipimpin oleh Dicky Yordan sebagai Direktur Utama.
Alvin Firman Sunanda menjabat sebagai Direktur.
Juli Oktarina menjabat sebagai Direktur.
Mufti Utomo menjabat sebagai Direktur.
Sudharmono Saragih menjabat sebagai Direktur.
[Redaktur: Sandy]