WAHANANEWS.CO - Sejumlah warga Palestina di Israel mengaku dilarang menggunakan bahasa Arab di tempat kerja, memicu tudingan praktik diskriminasi yang semakin terbuka di tengah meningkatnya ketegangan sejak perang Gaza meletus.
Warga Palestina di Israel melaporkan semakin banyak perusahaan dan tempat usaha yang melarang penggunaan bahasa Arab di lingkungan kerja, sementara para pengacara yang mendampingi mereka menilai praktik diskriminasi terhadap pekerja Palestina kini semakin terang-terangan, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga:
British Museum Bantah Hapus Istilah Palestina Meski Dituding Tertekan Lobi Pro-Israel
Salah satu pekerja yang mengalami hal tersebut adalah Salma, bukan nama sebenarnya, seorang perempuan keturunan Palestina berusia 19 tahun yang bekerja di sebuah toko di Israel.
Salma mengaku terkejut setelah manajernya mengirim pesan melalui WhatsApp yang memerintahkan dirinya dan rekan-rekan kerja untuk tidak lagi menggunakan bahasa Arab saat bekerja.
Meski menganggap aturan tersebut tidak masuk akal, Salma dan rekan-rekannya sempat mengabaikan instruksi tersebut.
Baca Juga:
PBB Temukan Bukti Baru, Israel Lakukan Genosida Sadis di Jalur Gaza
Situasi kemudian memanas ketika salah seorang pekerja berbicara menggunakan bahasa Arab yang diselingi bahasa Ibrani saat membawa kotak ke ruang penyimpanan, hingga memicu kemarahan sang manajer.
"Dia mulai berteriak, menendang kotak-kotak, dan mengatakan kepada kami bahwa kami dilarang berbicara bahasa Arab," tutur Salma.
"Dia memberitahu kami: 'Ini adalah negara Yahudi. Di sini kita hanya berbicara bahasa Ibrani. Bahasa Arab itu untuk di rumah saja," ujarnya.