WahanaNews.co, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso optimistis cita rasa kuliner Indonesia mampu bersaing di kancah global. Kuliner otentik Indonesia yang dimasak dengan rempah-rempah khas Nusantara menawarkan daya tarik yang vital dalam promosi makanan Indonesia di luar negeri, sekaligus membantu meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia sebagai tujuan jangka panjang.
Hal tersebut disampaikan Mendag Busan saat peluncuran Program Rasa Rempah Indonesia, atau S’RASA, di Skydeck Sarinah, Thamrin, Jakarta, pada Kamis, (28/8). Peluncuran S’RASA dilakukan bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Pariwisata Widiyanti
Putri, Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha C. Nasir, serta Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bagus Rachman.
Baca Juga:
Potensi Transaksi Hasil Laut Indonesia Tembus Rp2,06 Triliun di JISTE 2025
S’RASA merupakan program promosi kuliner Indonesia yang kaya rempah dan rasa untuk pasar luar negeri. Program ini menghadirkan makanan Indonesia dengan identitas, cerita, dan warisan budaya Indonesia di restoran-restoran Indonesia di berbagai negara.
Program ini merupakan babak baru
dari program Indonesia Spice Up The World (ISUTW) yang berakhir pada 2024. Sebagai tahap awal, uji coba (pilot project) S’RASA akan dihadirkan di restoran yang berlokasi di lima
kota dunia, yakni Tokyo, Jepang; Sydney, Australia; Amsterdam, Belanda; London, Inggris; dan New
York, Amerika Serikat. Restoran serta pemasok bumbu dan rempah yang terlibat akan dipilih melalui seleksi terbuka oleh profesional di bidang kuliner.
“S’RASA menjadi jembatan diplomasi kuliner Indonesia. Dengan hadirnya restoran Indonesia di luar negeri, kita dapat memperkenalkan Indonesia. Melalui pengalaman mencicipi hidangan, dapat mendorong masyarakat mancanegara agar tertarik mengenal budaya Indonesia secara langsung,” kata Mendag Busan.
Baca Juga:
Indonesia Terus Genjot Promosi Kuliner dan Budaya di Australia
Selain mempromosikan kuliner, S’RASA merupakan langkah untuk mendorong ekspor produk Indonesia lewat rempah-rempah, bahan baku, dan produk Indonesia.
“Salah satu kontribusi yang bisa kita lakukan untuk menyongsong Indonesia maju 2045 adalah meningkatkan ekspor. Melalui
S’RASA, kita ikut membuka jalan bagi produk Indonesia lainnya, seperti bahan baku, bumbu, kemasan, hingga peralatan untuk ikut masuk ke pasar global sehingga dapat memperluas pasar produk Indonesia di kancah dunia,” ungkap Mendag Busan.
Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menyatakan, arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadi pedoman utama bagi seluruh jajaran kabinet untuk bekerja keras dan berkolaborasi. Kolaborasi ini diwujudkan secara nyata melalui program S’RASA.