Dwi menegaskan seri pengeboran laut dalam di Indonesia masih terus berlanjut dengan pengeboran sejumlah sumur lainnya.
Tahun ini, Harbour Energy melakukan pengeboran dua sumur eksplorasi sebagai kelanjutan dari penemuan gas di struktur Timpan pada tahun lalu.
Baca Juga:
Daftar 20 Perusahaan Minyak Baru Terbesar RI, Produksi Tembus 576,2 Ribu Barel
Di area yang sama, Mubadala juga berencana melakukan pengeboran satu sumur eksplorasi untuk membuktikan potensi hidrokarbon di wilayah kerja mereka di Laut Andaman.
Rangkaian pengeboran laut dalam itu dilakukan pada wilayah kerja yang masih tahap eksplorasi sehingga biaya yang dikeluarkan masih belum tentu kembali didapatkan oleh investor.
Pencarian migas dengan potensi signifikan tidak hanya dilakukan pada area laut dalam saja.
Baca Juga:
Ratna Juwita Desak Akuntabilitas KKKS, Khawatir Target Lifting Migas dan Penerimaan Negara Meleset
BP selaku operator di Tangguh juga menunjukkan komitmen investasi eksplorasinya dengan melakukan tajak sumur eksplorasi di struktur Kepe Kepe, lalu dilanjutkan dengan pengeboran sumur WOS.
Selain pengeboran, BP juga terus melakukan pencarian sumberdaya baru dengan melakukan akuisisi seismik tiga dimensi dengan teknologi yang memerlukan biaya mencapai sekitar Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun.
Investasi itu diharapkan memberikan hasil berupa target target eksplorasi baru sehingga dapat dilanjutkan dengan kegiatan pengeboran sumur eksplorasi.