Angka itu lebih rendah dibandingkan April 2026 yang sebesar 18,2 persen.
Penurunan porsi tabungan terjadi di tengah stabilnya porsi konsumsi dan meningkatnya porsi pembayaran cicilan.
Baca Juga:
PLN Tepis Isu Blackout di Jawa, Sistem Kelistrikan Tetap Aman dan Terkendali
Kondisi tersebut menunjukkan konsumen masih menjaga belanja, tetapi ruang untuk menabung sedikit menyempit.
Bank Indonesia mencatat hasil survei ini sebagai gambaran bahwa optimisme konsumen tetap bertahan, meskipun sejumlah indikator utama mulai menunjukkan perlambatan.
Dengan IKK yang tetap berada di atas level 100, persepsi konsumen terhadap ekonomi nasional masih tergolong kuat pada Mei 2026.
Baca Juga:
Listrik Sumatera Utara Kembali Normal, 735 Ribu Pelanggan Terdampak Kini Terlayani 24 Jam
Namun, turunnya IKE dan sejumlah komponen pembentuknya menjadi sinyal yang perlu dicermati karena berkaitan langsung dengan kondisi pendapatan, lapangan kerja, dan daya beli masyarakat.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini].
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.