WahanaNews.co, Taguig - Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, bertemu dengan Wakil Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Sim Tze Tzin, di Taguig, pada Jumat (13/3).
Pertemuan tersebut membahas upaya peningkatan hubungan perdagangan kedua negara sekaligus dukungan Malaysia terhadap proses aksesi Indonesia ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).
Baca Juga:
Wamendag Tinjau Pasar Summerland Batam, Pastikan Stok Bapok Aman Jelang Idulfitri
“Indonesia menyambut baik momentum positif hubungan perdagangan bilateral dengan Malaysia yang mencerminkan kuatnya keterlibatan ekonomi kedua negara. Ke depan, Indonesia melihat peluang untuk makin memperkuat dan mendiversifikasi perdagangan, termasuk dengan memperluas akses pasar bagi produk bernilai tambah,” ujar Roro.
Pertemuan tersebut berlangsung di sela kegiatan ASEAN Economic Ministers’ Retreat ke-32 yang digelar di Filipina.
Dalam kesempatan itu, Roro menyampaikan bahwa hubungan perdagangan antara Indonesia dan Malaysia terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, total nilai perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai 24,22 miliar dollar AS. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia tercatat sebesar 13,09 miliar dollar AS, sedangkan impor dari Malaysia mencapai 11,12 miliar dollar AS.
Baca Juga:
Wamendag Tinjau Industri Strategis di Kepulauan Riau, Dorong Peningkatan Ekspor
Roro menambahkan, Malaysia merupakan salah satu mitra dagang penting bagi Indonesia. Pada 2025, Malaysia tercatat sebagai tujuan ekspor terbesar keenam Indonesia sekaligus menjadi sumber impor terbesar kelima bagi Indonesia.
Selain membahas peningkatan perdagangan bilateral, Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan proses aksesi ke CPTPP sebagai bagian dari agenda transformasi ekonomi nasional.
Indonesia memandang CPTPP sebagai kerangka kerja perdagangan berstandar tinggi yang berorientasi pada masa depan, sekaligus dapat memperkuat perdagangan berbasis aturan serta integrasi ekonomi kawasan.