WahanaNews.co, Karachi - Wakil Menteri Perdagangan Indonesia Dyah Roro Esti Widya Putri bertemu dengan Ibu Negara Republik Islam Pakistan Aseefa Bhutto Zardari dalam rangkaian kunjungan kerja di Karachi, Pakistan, Sabtu (10/1).
Pertemuan tersebut turut dihadiri Chief Minister Sindh Syed Murad Ali Shah serta sejumlah menteri terkait dari Pemerintah Provinsi Sindh.
Dalam pertemuan itu, Dyah Roro menyampaikan apresiasi atas komitmen kuat Ibu Negara Pakistan dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan membuka peluang kerja sama antara Indonesia dan Pakistan, khususnya di bidang kewirausahaan perempuan.
Baca Juga:
Indonesia Dorong Perluasan Kerja Sama CEPA dengan Pakistan
Ia mengatakan pemberdayaan perempuan melalui pendidikan, peluang ekonomi, dan peran kepemimpinan merupakan faktor penting bagi pertumbuhan nasional jangka panjang yang inklusif. Indonesia, menurutnya, terbuka untuk menjajaki kerja sama dengan Pakistan dalam mendukung kewirausahaan perempuan.
Kerja sama yang diusulkan mencakup program pengembangan keterampilan, peningkatan kapasitas, serta dialog kebijakan perdagangan, termasuk pertukaran wawasan dan praktik terbaik sebagai bagian dari penguatan hubungan komprehensif kedua negara.
Dyah Roro juga menjelaskan bahwa Kementerian Perdagangan Indonesia mendorong pemberdayaan perempuan melalui kebijakan perdagangan yang inklusif guna meningkatkan partisipasi perempuan dalam perdagangan, kewirausahaan, dan proses perumusan kebijakan.
Baca Juga:
Bea Cukai Bongkar Penyelundupan Narkoba 'Modus Telan' di Soetta
Ia menambahkan bahwa pada 2025 Indonesia tercatat memiliki sekitar 65,5 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan sekitar 64,5% di antaranya dikelola oleh perempuan. Sektor UMKM sendiri menyumbang sekitar 61,9% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Indonesia berharap kerja sama di bidang pemberdayaan perempuan dapat diperluas dengan Pakistan sehingga perempuan di kedua negara memperoleh akses yang lebih besar terhadap pasar dan peluang ekonomi, kata Dyah Roro.
[Redaktur: Alpredo]