WahanaNews.co, Karachi - Wakil Menteri Perdagangan Indonesia Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan minyak sawit tetap menjadi komoditas ekspor utama Indonesia ke Pakistan dan memainkan peran penting dalam menjaga hubungan perdagangan kedua negara.
Berbicara pada pembukaan Pakistan Edible Oil Conference (PEOC) ke-8 di Karachi, Sabtu, Roro menyatakan Indonesia juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Pakistan di luar sektor minyak sawit, termasuk pembentukan usaha patungan di sektor pemurnian dan pengolahan.
Baca Juga:
Indonesia Dorong Perluasan Kerja Sama CEPA dengan Pakistan
“Peluang kerja sama tersebut mencakup kemitraan investasi di sektor logistik, penyimpanan, dan infrastruktur pelabuhan, kolaborasi pada minyak nabati lainnya seperti minyak kedelai dan minyak bunga matahari, serta kerja sama sertifikasi halal dan harmonisasi standar,” kata Roro dalam sambutannya.
Ia menambahkan sektor-sektor tersebut memiliki potensi besar untuk mendorong penciptaan nilai tambah, alih teknologi, serta pembukaan lapangan kerja di kedua negara.
Roro juga menegaskan komitmen Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia untuk memperkuat produksi minyak sawit berkelanjutan melalui perlindungan lingkungan, kepatuhan hukum, serta tata kelola yang menjaga kelestarian hutan, masyarakat, dan keanekaragaman hayati.
Baca Juga:
Dorong Ekspor Rempah, Wamendag Roro Temui Importir Pakistan di Karachi
Menurutnya, komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan sistem sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), peningkatan keterlacakan, modernisasi industri, serta dukungan kepada petani kecil guna mendorong pertumbuhan yang inklusif di sepanjang rantai nilai minyak sawit.
“Inisiatif keberlanjutan ini tidak dimaksudkan untuk membatasi perdagangan, melainkan untuk memastikan minyak sawit Indonesia tetap kompetitif, bertanggung jawab, dan dapat diterima di pasar global,” ujar Roro.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Perdagangan Pakistan Jam Kamal Khan, CEO PEOC Rasheed Jan Mohammad, serta Ketua Pakistan Vanaspati Manufacturers Association (PVMA) Umer Rehan.