WahanaNews.co | Setidaknya satu orang dinyatakan tewas dan puluhan terluka setelah topan Nanmadol 'mengamuk' di Jepang pada Minggu (18/9) kemarin.
Pihak berwenang Miyazaki menyatakan seorang laki-laki berusia 60 tahun tewas usai terendam di dalam mobil di lahan pertanian, demikian dikutip AFP.
Baca Juga:
Harga Beras di Jepang Nyaris Tembus Rp100 Ribu, Stok Langka dan Panic Buying Meluas
Di wilayah Fukuoka barat, para petugas tengah menyelidiki lebih lanjut soal korban tewas.
Topan menghantam wilayah pulau utama Jepang, Kyushu, termasuk Miyazaki dan Kagoshima. Angin kemudian mengembus ke lepas pantai barat negara itu pada Senin (19/9).
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan akan meninjau kerusakan imbas topan dan rela menunda kunjungan ke Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Baca Juga:
Liburan ke Bali Makin Mudah, Kolaborasi Indonesia-Jepang Genjot Wisatawan
Pihak berwenang menyatakan lebih dari 240 ribu rumah tangga di Kyushu dan Chugoku mengalami pemadaman listrik. Imbas topan itu, ratusan penerbangan juga dibatalkan, dan operasi kereta api juga terganggu.
Sementara itu, salah satu penduduk di prefektur Kagoshima, Yasuta Yamaguchi, sampai-sampai bermalam di hotel lokal untuk berlindung.
"Saya ke hotel untuk berlindung karena badai dan saya pikir itu berbahaya. Aku tidak merasa aman di rumah,"kata Yamaguchi.
Badan Meteorologi Jepang (MJA), menyatakan pada pukul 16.00 waktu setempat, topan bergerak ke utara-timur laut di lepas pantai prefektur Shimane. Namun, angin mulai melemah.
"Awan tebal dan area mata di sekitar pusat topan telah menghilang dan melemah dengan cepat," kata Ryuta Kurora, kepala unit prakiraan JMA, dikutip AFP.
Jepang saat ini sedang menghadapi musim topan dan sekitar 20 badai setiap tahun. Badai itu kerap menyebabkan hujan lebat, tanah longsor atau banjir bandang.
Pada 2019, Topan Hagibis menerjang Jepang dan merenggut nyawa lebih dari 100 orang. [rin]