WAHANANEWS.CO - Kemunculan sejumlah beruang liar di kawasan permukiman padat penduduk memaksa hampir 100 sekolah di Kota Utsunomiya, Jepang, menghentikan aktivitas belajar mengajar demi menjaga keselamatan siswa dan warga.
Dewan Pendidikan Kota Utsunomiya menyatakan sebanyak 94 sekolah yang terdiri dari sekolah dasar dan sekolah menengah pertama negeri ditutup sejak Senin (8/6/2026) setelah serangkaian laporan penampakan beruang di berbagai titik kota.
Baca Juga:
Erick Thohir Sambut Positif Shin Tae Yong Jadi Pelatih Persija Jakarta
Hingga kini belum ada kepastian kapan seluruh sekolah tersebut akan kembali beroperasi secara normal.
Otoritas setempat bersama kepolisian dan anggota asosiasi perburuan terus melakukan patroli serta upaya penangkapan beruang yang berkeliaran di wilayah permukiman.
"Kami telah mengerahkan petugas ke daerah-daerah tempat beruang terlihat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendesak mereka untuk tetap berada di dalam rumah," kata seorang pejabat kota.
Baca Juga:
KSAD Maruli Bantah TNI Urusi Begal: Pelaku Takut karena Ada Tentara
Rekaman di lokasi menunjukkan petugas dan pemburu berhasil menangkap salah satu beruang menggunakan senapan bius sebelum memindahkannya ke atas truk.
Di tengah proses penanganan tersebut, pemerintah kota mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan dengan mengunci pintu dan jendela rumah guna mencegah kemungkinan beruang masuk ke area permukiman.
Kelompok Manajemen Satwa Liar melaporkan penampakan beruang pertama di Utsunomiya terjadi pada Jumat (6/6/2026).
Sehari kemudian, seekor beruang terlihat berada di halaman sebuah sekolah menengah pertama, sementara beruang lainnya terekam kamera pengawas di kawasan pusat perbelanjaan yang berada di pusat kota.
Sejak saat itu, laporan kemunculan beruang terus bermunculan dari berbagai wilayah di Utsunomiya.
Petugas kepolisian kembali mengonfirmasi keberadaan beruang pada Senin (8/6/2026) malam sehingga langkah pengamanan diperketat.
Jepang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi peningkatan konflik antara manusia dan beruang yang menyebabkan jumlah serangan terhadap warga terus bertambah.
Pada musim gugur tahun lalu, kasus serangan beruang bahkan mencapai rekor tertinggi dan mendorong pemerintah mengambil langkah darurat dengan mengerahkan pasukan militer ke sejumlah wilayah yang terdampak.
Fenomena beruang masuk ke kawasan permukiman dan fasilitas umum juga sempat viral di media sosial melalui berbagai video yang memperlihatkan satwa tersebut berkeliaran di supermarket hingga lingkungan sekolah.
Para ahli menilai peningkatan insiden ini dipengaruhi beberapa faktor, termasuk bertambahnya populasi beruang di tengah menurunnya aktivitas perburuan.
Selain itu, perubahan iklim yang berdampak pada berkurangnya sumber makanan alami membuat beruang mencari makanan ke wilayah yang dihuni manusia.
Berkurangnya populasi penduduk di kawasan pedesaan juga disebut mempermudah satwa liar tersebut memasuki area permukiman dan perkotaan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]