WAHANANEWS.CO - China mengeluarkan peringatan tak biasa dengan menyebut adanya dugaan penggunaan kura-kura dan ikan yang dipasangi sensor oleh mata-mata asing untuk mengumpulkan data sensitif dan memetakan wilayah bawah laut di sepanjang pesisir negara tersebut.
Peringatan itu disampaikan Kementerian Keamanan Negara China melalui unggahan media sosial berjudul "Di bawah birunya laut, arus bawah laut bergejolak", yang dipublikasikan pada Kamis (11/6/2026).
Baca Juga:
Munas HIPMI XVIII: Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional
Dalam keterangannya, Kementerian Keamanan Negara menyebut badan-badan intelijen asing kini menggunakan berbagai perangkat spionase modern untuk memperoleh informasi kelautan yang dianggap sensitif.
"Hewan-hewan laut yang relatif besar dengan sensor terpasang telah ditemukan di perairan tertentu di China," kata Kementerian Keamanan Negara dalam bagian yang berjudul "kura-kura mata-mata, ikan mata-mata".
Menurut otoritas China, hewan-hewan tersebut ditemukan berenang di sejumlah wilayah perairan sambil mengumpulkan berbagai data lingkungan laut.
Baca Juga:
Kebakaran Motor Gegerkan Jalan Pajajaran Bogor, Diduga Berasal dari Mesin
Makhluk yang disebut sebagai "rahasia" itu diduga mengumpulkan informasi mengenai suhu air, tingkat salinitas atau kadar garam, serta arus laut sebelum mengirimkan data tersebut ke luar negeri melalui satelit.
Selain memanfaatkan hewan laut, China juga menuduh badan intelijen asing menggunakan kendaraan peluncur laut bertenaga surya, pelampung berteknologi sensor presisi tinggi, hingga perangkat yang ditempatkan pada kapal-kapal kargo.
Perangkat tersebut disebut mampu memantau aktivitas pelabuhan dan merekam berbagai dinamika yang terjadi secara real time.
Meski menyampaikan tuduhan tersebut, Kementerian Keamanan Negara tidak mengungkap identitas negara maupun badan intelijen asing yang dimaksud.
Otoritas China menilai data yang dikumpulkan dari laut berpotensi digunakan untuk membuat peta bawah laut yang dapat mengidentifikasi titik-titik lemah pertahanan pesisir negara tersebut.
Menurut kementerian itu, kondisi tersebut dapat menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan nasional China.
Karena itu, pemerintah China meminta dilakukan pemeriksaan keamanan secara ketat terhadap berbagai peralatan yang berasal dari luar negeri.
Selain itu, para nelayan juga diminta segera melaporkan apabila menemukan pelampung atau perangkat mencurigakan yang mengapung maupun berada di wilayah perairan.
China dan sejumlah negara Barat selama bertahun-tahun diketahui saling melontarkan tuduhan terkait aktivitas spionase.
Pada tahun lalu, Beijing pernah memperingatkan pegawai pemerintah agar waspada terhadap skema "jebakan madu" setelah seorang aparatur sipil negara dilaporkan terjerat hubungan dengan agen asing.
Sementara itu, pada bulan ini aliansi intelijen Five Eyes yang beranggotakan sejumlah negara Barat menuduh mata-mata China menyamar sebagai perekrut kerja secara daring untuk memperoleh informasi sensitif.
[Redaksi: Rinrin Khaltarina]