WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kebakaran hutan berskala besar yang melanda wilayah Prancis dan Spanyol terus menunjukkan eskalasi serius.
Bencana yang dipicu gelombang panas ekstrem, kekeringan, serta embusan angin kencang itu telah memaksa lebih dari 267.000 warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Baca Juga:
Prancis Membara, 35 Wilayah Siaga Merah dan Suhu Tembus 41 Derajat Celsius
Selain menyebabkan kerusakan lingkungan dalam skala luas, kebakaran juga kembali menelan korban jiwa, sementara petugas pemadam kebakaran masih berjibaku mengendalikan kobaran api yang terus menyebar.
Berdasarkan laporan Al Jazeera, sekitar 70.000 penduduk di Spanyol telah dievakuasi dari kawasan terdampak.
Sementara itu, di Prancis, sedikitnya 197.000 warga terpaksa mengungsi dari wilayah sekitar Bordeaux akibat ancaman api yang semakin mendekat ke kawasan permukiman. Hingga kini, puluhan ribu hektare lahan hutan dan vegetasi dilaporkan hangus terbakar.
Baca Juga:
DPR Ingatkan Ancaman Karhutla 2026, Koordinasi Daerah Harus Diperkuat
Di Spanyol, fokus penanganan masih tertuju pada kebakaran besar yang terjadi di sekitar Madrid.
Meski ratusan petugas telah dikerahkan, proses pemadaman menghadapi tantangan berat karena arah angin yang terus berubah sehingga kobaran api sulit diprediksi dan semakin cepat meluas.
Kepala Manajemen Darurat Pemerintah Regional Madrid, Carlos Novillo, menyatakan kondisi kebakaran saat ini merupakan yang paling kritis sejak bencana mulai terjadi.