Acara tersebut telah menimbulkan kekhawatiran bahwa akan terjadi ledakan kasus Corona saat kembali ke kota dan desa tempat tinggal mereka. Sebanyak 77 polisi dan 12 staf kebersihan yang dikerahkan untuk acara tersebut dinyatakan positif terkena virus, menurut kantor berita Associated Press.
“Ini akan menjadi superspreader. Pemerintah seharusnya tidak mengizinkan jemaah dalam jumlah besar karena jemaah agama dalam dua tahun terakhir ditemukan bertanggung jawab atas penyebaran virus mematikan di seluruh negeri,” kata Utkarsh Mishra, seorang pengacara yang mengajukan petisi di SMA Allahabad.
Baca Juga:
Bukan India atau Arab Saudi, Inilah Negara dengan Penduduk Muslim Terbanyak
Pakar kesehatan sebelumnya telah meminta agar festival itu dibatalkan di Uttar Pradesh. Namun pemerintah tetap melanjutkan dengan mengatakan aturan keselamatan akan diikuti. Tahun lalu, pertemuan serupa di kota suci Haridwar di India utara di negara bagian Uttarakhand membuat kasus virus Corona melonjak drastis. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.