WAHANANEWS.CO, Jakarta - Catur merupakan permainan strategi yang kerap dimainkan di berbagai belahan dunia. Permainan yang sudah ada sejak berabad-abad ini, ternyata bermula di India.
Menurut Ensiklopedia Britannica, tidak ada bukti tertulis yang menunjukkan awal mula bidak catur sebelum abad ke-6 Masehi. Namun, permainan terdahulu yang mirip dengan catur modern dapat ditemukan di India.
Baca Juga:
Sambut Menteri LH di Jambi, Danrem 042/Gapu Perkuat Sinergi Program Lingkungan Strategis
Permainan Catur Kuno di India
Chaturanga adalah nama Sansekerta untuk formasi pertempuran yang disebutkan dalam epos Mahabharata India. Permainan chaturanga berkembang pesat di India barat laut pada abad ke-7 dan dianggap sebagai cikal bakal catur modern.
Bagaimana chaturanga berevolusi masih belum jelas. Beberapa sejarawan mengatakan chaturanga, yang mungkin dimainkan dengan dadu di papan 64 kotak, secara bertahap berubah menjadi shatranj, permainan yang populer di India utara, Pakistan, Afghanistan, dan wilayah selatan Asia Tengah setelah tahun 600 Masehi.
Baca Juga:
Hari Ketiga Rangkaian HUT Toba Ke- 27 Pertandigan Turnamen Catur dan Bola Voli Digelar
Shatranj menyerupai chaturanga tetapi menambahkan bidak baru, firzān (penasihat), yang tidak ada hubungannya dengan pembentukan pasukan. Permainan shatranj dapat dimenangkan dengan mengeliminasi semua bidak lawan (menelan raja) atau dengan memastikan raja tertangkap.
Posisi awal pion dan kuda tidak berubah, tetapi terdapat variasi regional dan temporal yang cukup besar untuk bidak lainnya.
Permainan ini menyebar ke timur, utara, dan barat, dengan karakteristik yang sangat berbeda. Di Timur, dibawa oleh para peziarah Buddha, pedagang Jalur Sutra, dan lainnya, catur diubah menjadi permainan dengan cakram bertuliskan yang sering ditempatkan di persimpangan garis papan, alih-alih di dalam kotak.