Upaya pemadaman kebakaran juga menghadapi kendala serius. Angin kencang dengan kecepatan lebih dari 100 kilometer per jam memaksa pesawat pemadam kebakaran menghentikan sementara operasinya.
Padahal, sedikitnya terdapat sekitar 30 titik api aktif yang terus meluas. Kepala Country Fire Authority, Jason Heffernan, menilai tingkat ancaman kebakaran saat ini berada pada kategori “katastropik”, yang merupakan level tertinggi dalam sistem peringatan kebakaran.
Baca Juga:
Dampak El Nino Ekstrem dan Buruknya Tata Kelola, WALHI Ungkap 11 Ribu Titik Panas di RI
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi kemungkinan kerugian besar, baik berupa kerusakan properti maupun dampak yang lebih buruk.
Di tengah situasi darurat ini, pihak kepolisian melaporkan tiga orang, termasuk anak-anak, dinyatakan hilang di salah satu area terdampak kebakaran.
Salah satu kebakaran terparah terjadi di dekat kota Longwood, sekitar 150 kilometer di utara Melbourne.
Baca Juga:
Angin Kencang Rusak 11 Rumah di Blitar, Satu Fasilitas Pendidikan Terdampak
Api telah melalap sedikitnya 28.000 hektare lahan, menghancurkan sejumlah properti serta sumber mata pencaharian warga.
Beberapa fasilitas penting, seperti gudang pemotongan domba dan ternak, dilaporkan turut musnah.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.