WAHANANEWS.CO, Jakarta - Seorang pendaki di Arizona, Amerika Serikat, nyaris kehilangan nyawa setelah disengat lebah lebih dari 100 kali dalam insiden dramatis di kawasan pegunungan.
Pendaki tersebut mengalami kondisi kritis hingga harus meminta bantuan darurat karena tidak mampu melanjutkan perjalanan turun dari Lookout Mountain akibat luka serius yang dialaminya, Senin (6/4/2026).
Baca Juga:
OTT Bengkulu, Plt. Bupati Hendri Jadi Saksi Kunci Dugaan Suap Proyek
Mendapat laporan tersebut, tim penyelamat segera mengerahkan helikopter untuk melakukan evakuasi dari lokasi yang sulit dijangkau.
Korban kemudian diangkat menggunakan tali menuju area aman sebelum dipindahkan ke ambulans dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Dilaporkan oleh otoritas setempat, saat proses penyelamatan berlangsung, kondisi korban sangat memprihatinkan dan tengah berjuang untuk bertahan hidup.
Baca Juga:
KPK Dalami Dugaan Suap Proyek Bupati Rejang Lebong, Fokus THR Warga
Dinas Pemadam Kebakaran Phoenix mengingatkan para pendaki agar berhati-hati dan tidak mengganggu sarang lebah saat berada di alam terbuka.
Pendaki juga disarankan mengenakan pakaian berwarna terang serta menghindari penggunaan produk beraroma yang dapat memicu agresivitas lebah.
“Siapa pun yang bertemu dengan kawanan serangga disarankan untuk segera lari sambil melindungi kepala dan wajah, terutama untuk menutupi mulut.”
Profesor dari Arizona State University, Dr Frank Lovecchio, menjelaskan bahwa sengatan lebah dalam jumlah besar dapat berdampak sangat berbahaya bagi tubuh manusia.
Ia menyebut racun dari sengatan berulang mampu merusak jaringan otot secara signifikan dan berpotensi memicu kondisi fatal.
“Ini selalu tentang melindungi ratu lebah, melindungi sarang. Dan itu mengirimkan sinyal bahwa lebah lain akan datang dan menyerangmu,” katanya.
Lovecchio juga menambahkan bahwa lebah di wilayah Arizona dikenal lebih agresif, sehingga kasus seseorang disengat hingga ratusan kali bukanlah hal yang jarang terjadi.
Fenomena meningkatnya serangan lebah ini dikaitkan dengan kondisi musim dingin yang lebih hangat dari biasanya, yang memicu aktivitas serangga tersebut meningkat drastis.
Dalam insiden terpisah pekan lalu, lima orang dilaporkan tersengat lebah saat pertandingan lacrosse wanita di kampus universitas di Tempe, dengan satu korban harus dilarikan ke rumah sakit.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]