WAHANANEWS.CO, Jakarta - Harga minyak dunia mendadak longsor lebih dari 5 persen setelah negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz dilaporkan memasuki tahap akhir, memicu optimisme baru di pasar energi global di tengah panasnya konflik Amerika Serikat dan Iran, Senin (25/5/2026).
Mengutip CNBC, harga minyak mentah acuan Amerika Serikat West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 5 persen menjadi 91,63 dollar AS per barrel pada perdagangan awal Asia.
Baca Juga:
Tulang Bisa Cepat Rapuh Kalau Abai, Ini Makanan yang Bikin Tetap Kuat Sampai Tua
Sementara itu, minyak mentah Brent yang menjadi acuan internasional ikut merosot ke level 98,27 dollar AS per barrel atau kembali berada di bawah ambang psikologis 100 dollar AS per barrel.
“Negosiasi berlangsung secara tertib dan konstruktif, dan saya telah memberi tahu para perwakilan saya untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan karena waktu berada di pihak kita,” ujar Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam unggahan media sosialnya pada Minggu (24/5/2026).
Pernyataan Trump tersebut langsung memicu sentimen positif pasar setelah sebelumnya kekhawatiran soal perang dan blokade Selat Hormuz sempat membuat harga energi melonjak tajam.
Baca Juga:
Trump Makin Sering Asbun, Dinilai Tak Pikirkan Keuangan Warga AS
Pada Sabtu (23/5/2026), Trump juga mengklaim kesepakatan dengan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz dan sejumlah isu strategis lainnya pada dasarnya telah selesai dinegosiasikan dan hanya tinggal diumumkan.
Namun, pasar sempat kembali berhati-hati setelah Trump menegaskan pemerintah AS tidak akan tergesa-gesa menandatangani kesepakatan akhir dengan Iran.
Meski demikian, seorang pejabat senior pemerintahan AS menyebut kemajuan negosiasi memang telah terjadi walaupun kesepakatan final belum akan ditandatangani dalam waktu dekat.