WAHANANEWS.CO - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu sorotan setelah meluapkan kekesalannya kepada seorang jurnalis perempuan yang mengajukan pertanyaan sensitif soal kasus kejahatan seks Jeffrey Epstein di hadapan publik.
Peristiwa itu terjadi saat Trump menggelar acara di Ruang Oval Gedung Putih, Rabu (4/2/2026), yang awalnya dimaksudkan untuk mempromosikan dirinya dan Partai Republik.
Baca Juga:
Trump Belum Tertarik Serang Iran, Pejabat AS Sebut Israel yang Paling Mendorong
Dalam sesi tanya jawab, koresponden CNN Kaitlan Collins menyinggung kekecewaan sejumlah korban Epstein terhadap Departemen Kehakiman Amerika Serikat yang dinilai menyensor sebagian informasi dalam dokumen kasus tersebut yang dibuka ke publik pekan lalu.
“Banyak perempuan yang merupakan penyintas Epstein tidak senang dengan penyensoran sebagian informasi yang muncul -- beberapa di antaranya adalah keterangan saksi -- disensor seluruhnya. Apakah menurut Anda mereka seharusnya lebih transparan?” tanya Collins kepada Trump.
Trump yang tampak keberatan langsung menepis pertanyaan itu dengan menyebut laporan yang ia dengar justru menyatakan para korban mengeluh karena identitas dan informasi pribadi mereka tidak disensor dalam berkas kasus Epstein.
Baca Juga:
Nama Trump Disebut 1.800 Kali, Jutaan Dokumen Epstein Dibuka ke Publik
Ia kemudian mencoba mengakhiri pembahasan dengan menyatakan bahwa kasus tersebut hanyalah konspirasi terhadap dirinya.
“Saya pikir sudah saatnya negara ini beralih ke hal lainnya, sekarang setelah tidak ada yang terungkap tentang saya, selain itu adalah konspirasi terhadap saya, secara harfiah, oleh Epstein dan orang lain,” ujar Trump.
“Tapi saya pikir sudah saatnya negara ini mungkin beralih ke hal lain,” lanjutnya.
Collins kembali mengajukan pertanyaan lanjutan terkait para korban.
“Tetapi apa yang akan Anda katakan kepada orang-orang yang merasa belum mendapatkan keadilan, Bapak Presiden?” tanya Collins.
“Apa yang Anda katakan?” balas Trump dengan nada kesal.
Setelah Collins mengulangi pertanyaannya, Trump justru melontarkan serangan personal terhadap sang jurnalis.
“Anda tahu, Anda reporter terburuk,” kata Trump dengan nada menghina.
Ia lalu menoleh ke arah anggota parlemen Partai Republik yang berdiri di sekeliling meja.
“Kalian tahu, dia wanita muda,” ucap Trump.
Trump kemudian mengomentari ekspresi Collins.
“Saya rasa saya belum pernah melihat Anda tersenyum. Saya sudah mengenal Anda selama 10 tahun. Saya rasa saya belum pernah melihat senyum di wajah Anda,” katanya.
Collins menyela dengan menegaskan kembali fokus pertanyaannya.
“Saya bertanya tentang para korban pelecehan Jeffrey Epstein, Bapak Presiden,” ujar Collins.
Namun Trump mengabaikan pernyataan tersebut dan melanjutkan omelannya.
“Anda tahu mengapa Anda tidak tersenyum? Karena Anda mengetahui bahwa Anda tidak mengatakan kebenaran. Dan Anda adalah organisasi yang sangat tidak jujur, dan mereka seharusnya malu pada Anda,” ucap Trump.
Collins masih berusaha merespons dengan mengatakan dirinya tengah membahas para korban pelecehan seksual, yang menurutnya tidak pantas disikapi dengan senyuman.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]