WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah Inggris bereaksi keras terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai meremehkan peran pasukan NATO dalam operasi militer di Afghanistan.
Pernyataan Trump itu memicu kemarahan London karena dinilai mengabaikan pengorbanan besar yang telah diberikan pasukan Inggris selama bertahun-tahun operasi bersama Amerika Serikat di negara tersebut.
Baca Juga:
Komplotan Perusak Hutan Baluran Terbongkar, Aktor Utama Ditangkap Kemenhut
Juru bicara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa penilaian Trump tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Presiden keliru karena meremehkan peran pasukan NATO, yang mencakup pasukan Inggris, di Afghanistan pasca serangan 11 September di AS,” kata juru bicara tersebut, seperti dikutip AFP.
Ia menyampaikan bahwa operasi militer di Afghanistan telah menelan korban jiwa dalam jumlah besar dari pihak Inggris.
Baca Juga:
Minyak Tembus 119 Dolar per Barel, AS Pertimbangkan Cabut Sanksi demi Redam Harga
“Sebanyak 457 personel militer Inggris kehilangan nyawa mereka di Afghanistan dan banyak yang terluka,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa dampak operasi tersebut masih dirasakan oleh banyak prajurit hingga kini.
“Ratusan prajurit lainnya juga menderita cedera yang mengubah hidup mereka akibat pengabdian untuk AS dan sekutu di Afghanistan,” ujarnya.