WAHANANEWS.CO, Jakarta - Televisi pemerintah Iran menyatakan telah memperoleh draf kerangka kerja awal untuk nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat (AS) mengenai penyelesaian konflik di antara kedua negara tersebut.
Melasnir CNBC Indonesia, berdasarkan kerangka kerja tersebut, Iran akan memulihkan lalu lintas pelayaran komersial melalui Selat Hormuz ke tingkat sebelum perang dalam waktu satu bulan, sementara Amerika Serikat akan menarik pasukan militernya dari wilayah sekitar Iran dan mencabut blokade laut.
Baca Juga:
Percepatan Digitalisasi Pemerintahan, Pemkab Tapteng dan IT Del Tanda Tangani Nota Kesepahaman
Laporan tersebut mengutip apa yang digambarkannya sebagai draf garis besar nota kesepahaman yang mungkin disepakati, sambil mencatat bahwa draf tersebut "belum final".
Sebagaimana diketahui, Iran terus mengontrol Selat Hormuz yang strategis, sebuah jalur energi global yang vital, sementara AS telah memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan dan pantai Iran sejak 13 April 2026 lalu.
"Amerika Serikat telah berkomitmen untuk mencabut blokade laut Iran dan menghentikan gangguan terhadap kapal-kapal yang melintas ke atau dari Republik Islam Iran," kata laporan TV pemerintah Iran itu, mengutip AFP, Kamis (26/5/2026).
Baca Juga:
Pemkab Tapteng dengan BPKP Sumut Tandatangani Nota Kesepahaman Pengawasan Pemda
Sebagai imbalan, Iran akan mengizinkan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz untuk dilanjutkan seperti sebelum perang dalam waktu satu bulan, menurut draf tersebut.
Draf tersebut menyebutkan bahwa Iran akan terus mengelola jalur pelayaran, memeriksa kapal, dan mengenakan biaya layanan kepada kapal.
Komitmen Iran tidak akan berlaku bagi kapal militer, dan Teheran belum setuju "untuk membuka kembali selat tersebut tanpa syarat," tambahnya.