WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ribuan pasukan elite Amerika Serikat mulai tiba di Timur Tengah, menandai eskalasi baru ketika Washington mempertimbangkan opsi militer lanjutan dalam konflik melawan Iran.
Penambahan pasukan ini terjadi saat pemerintahan Donald Trump menimbang berbagai kemungkinan, termasuk operasi darat di wilayah Iran.
Baca Juga:
Gejolak di Timur Tengah Bikin Bahan Baku Plastik Krisis, Pengusaha Mengeluh
Dua pejabat AS mengatakan kepada Reuters, sebagaimana dikutip Selasa (31/3/2026), bahwa ribuan tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat AS telah mulai tiba di kawasan tersebut. Unit elit ini dikenal sebagai pasukan penerjun payung yang dapat dikerahkan dengan cepat untuk operasi tempur skala besar.
Reuters sebelumnya melaporkan pada 18 Maret bahwa pemerintahan Trump mempertimbangkan pengerahan tambahan ribuan pasukan ke Timur Tengah, langkah yang dapat memperluas opsi hingga kemungkinan penempatan pasukan di dalam wilayah Iran.
Pasukan penerjun payung yang berbasis di Fort Bragg, Carolina Utara, itu akan bergabung dengan ribuan pelaut, Marinir, dan pasukan operasi khusus yang sebelumnya telah dikirim ke kawasan tersebut. Selama akhir pekan, sekitar 2.500 Marinir juga telah tiba di Timur Tengah.
Baca Juga:
PDIP Tegaskan Politik Bebas Aktif, Soroti Ketegangan Timur Tengah
Para pejabat yang berbicara dengan syarat anonim tidak menyebutkan secara spesifik lokasi penempatan pasukan tersebut, namun menyatakan langkah itu sudah diperkirakan. Tambahan pasukan Angkatan Darat ini mencakup unsur markas Divisi Lintas Udara ke-82, dukungan logistik, serta satu brigade tempur.
Salah satu sumber mengatakan belum ada keputusan untuk mengirim pasukan ke Iran, tetapi pengerahan tersebut akan meningkatkan kapasitas bagi kemungkinan operasi di masa depan di kawasan.
Opsi Militer yang Dipertimbangkan