WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sebuah investigasi mendalam yang dirilis CNN mengungkapkan misteri besar di balik tenggelamnya kapal kargo Rusia, Ursa Major, di lepas pantai Spanyol. Kapal tersebut diduga kuat tengah mengangkut dua reaktor nuklir kapal selam yang ditujukan untuk Korea Utara, sebelum akhirnya meledak dan karam dalam kondisi yang penuh tanda tanya.
Mengutip CNN International pada Selasa (12/05/2026), kapal Ursa Major tenggelam pada 23 Desember 2024, sekitar 60 mil dari pantai Cartagena, Spanyol. Investigasi ini menunjukkan adanya kemungkinan intervensi militer Barat untuk mencegah Rusia mengirimkan teknologi nuklir mutakhir kepada sekutu utamanya, Kim Jong Un, hanya dua bulan setelah Korea Utara mengirim pasukan untuk membantu invasi Moskow di Ukraina.
Baca Juga:
Polda Jambi Gelar Rekonstruksi Kasus Tindak Pidana Rudapaksa
Pemerintah Spanyol akhirnya buka suara pada 23 Februari setelah mendapat tekanan dari oposisi.
Berdasarkan keterangan resmi, kapten kapal asal Rusia mengakui kepada penyelidik bahwa Ursa Major membawa komponen untuk dua reaktor nuklir yang mirip dengan yang digunakan pada kapal selam, meskipun ia mengaku tidak yakin apakah reaktor tersebut sudah berisi bahan bakar nuklir atau tidak.
"Kapten tersebut akhirnya mengaku bahwa benda yang awalnya disebut sebagai 'tutup lubang got' (manhole covers) sebenarnya adalah komponen dari dua reaktor nuklir serupa dengan yang digunakan kapal selam," bunyi pernyataan pemerintah Spanyol kepada parlemen.
Baca Juga:
Jembatan Beton Garuda Tahap III dan IV Resmi Digunakan, Perkuat Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga di Tanjab Barat
Misteri ini semakin diperdalam dengan adanya aktivitas militer yang tidak biasa di sekitar lokasi bangkai kapal. Pesawat "sniffer" nuklir milik Amerika Serikat dilaporkan telah terbang di atas lokasi tenggelamnya kapal sebanyak dua kali dalam setahun terakhir. Selain itu, sebuah kapal mata-mata Rusia terdeteksi mengunjungi lokasi tersebut seminggu setelah kejadian dan memicu empat ledakan tambahan di dasar laut.
Investigasi otoritas maritim Spanyol di Cartagena menunjukkan adanya kemungkinan penggunaan torpedo jenis langka, "Barracuda", untuk melubangi lambung kapal. Torpedo superkavitasi berkecepatan tinggi ini mampu menembus logam tanpa suara ledakan besar, yang sesuai dengan temuan lubang berukuran 50 cm kali 50 cm pada lambung kapal yang melengkung ke dalam.
"Penggunaan perangkat semacam itu akan sesuai dengan ukuran lubang di lambung Ursa Major, dan bisa menyebabkan dampak tanpa suara yang mengakibatkan kapal melambat secara tiba-tiba," ungkap sumber yang akrab dengan hasil investigasi Spanyol tersebut.