WahanaNews.co, Gaza - Generator pembangkit listrik di Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara diperkirakan akan mati dalam waktu 24 jam karena kehabisan pasokan bahan bakar.
Kepala Rumah Sakit Kamal Adwan, Ahmed Kahlout, mengatakan bahwa puluhan pasien, terutama mereka yang membutuhkan nebulizer oksigen, berada dalam kondisi berisiko dan mungkin tidak dapat diselamatkan.
Baca Juga:
Israel Bergejolak: 100 Ribu Warga Turun ke Jalan Tolak Serangan ke Gaza
"Bayi yang sedang dalam inkubator dan pasien di ICU yang bergantung pada alat respirator juga menghadapi risiko yang besar," ujar Kahlout seperti yang dikutip oleh Al Jazeera pada Sabtu (4/11/2023).
Kahlout berharap agar dunia dan komunitas internasional segera mengambil tindakan dengan menyediakan pasokan bahan bakar ke Gaza.
Sementara itu, Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Jalur Gaza juga menghadapi situasi yang semakin memburuk, dengan hanya mengandalkan satu generator pembangkit listrik.
Baca Juga:
Hari Berdarah di Gaza, Netanyahu Tegaskan Perang Akan Berlanjut
Fikri Rofiul Haq, seorang relawan dari organisasi kemanusiaan MER-C, mengungkapkan bahwa saat ini pemakaian listrik di ruangan-ruangan pasien harus dikurangi untuk menghemat bahan bakar.
"Saat ini ruangan-ruangan pasien dikurangi pemakaian listrik demi hemat bahan bakar. Yang diutamakan listrik di lantai satu, karena ada ruang gawat darurat," kata Fikri dalam pesan audio yang diterima, Jumat (3/11/2023), mengutip CNN Indonesia.
Israel memblokade penyuplaian bahan bakar di Jalur Gaza. Israel berdalih bahan bakar akan sangat membantu pergerakan Hamas.