Namun, kelompok lingkungan Greenpeace UK pesimistis dengan mengatakan rencana tersebut belum menghasilkan hasil yang maksimal.
"Meskipun kami menyambut baik pemerintah yang akhirnya melarang barang-barang tertentu, kita menghadapi banjir plastik, dan ini seperti meraih kain pel alih-alih mematikan keran," kata Megan Randles, juru kampanye politik Greenpeace Inggris.
Baca Juga:
Permasalahan Sampah di Kota Banjarmasin dan Dampaknya bagi Lingkungan
"Sudah waktunya untuk berhenti menjadi kaki tangan pelobi industri. Berhenti mempromosikan solusi palsu dan berhenti membuang sampah plastik kita di negara-negara yang paling tidak menyebabkan krisis iklim," tambahnya. [rna]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.