WahanaNews.co | Komandan pasukan elite Garda Revolusi Iran Hossein Salami memperingatkan para pengunjuk rasa bahwa Sabtu adalah hari terakhir mereka berunjuk rasa di jalan-jalan.
"Jangan turun ke jalan! Hari ini adalah hari terakhir kericuhan," kata dia.
Baca Juga:
Wuih, Jorok... Pria Iran Ini Tak Pernah Mandi Selama 60 Tahun!
Iran telah dilanda gelombang protes sejak kematian perempuan Kurdi Mahsa Amini (22) di dalam tahanan polisi susila bulan lalu.
Aksi-aksi mereka telah berubah menjadi gerakan populer yang didukung warga dari berbagai lapisan masyarakat, sehingga menciptakan tantangan besar bagi pemerintah Iran sejak revolusi 1979.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan sedikitnya 250 demonstran telah tewas dan ribuan lainnya ditahan di seluruh Iran.
Baca Juga:
Jual Jasa Operasi Plastik hingga Bayi Tabung, Iran Siap Pikat Wisatawan Medis Global
Sementara pada Jumat (28/10), rekaman video di media sosial memperlihatkan para demonstran menyerukan kutukan bagi Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei dan milisi Basij yang berperan penting atas tindakan kekerasan terhadap mereka, demikian dilansir dari ANTARA, Sabtu (29/10/2022). [JP]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.