WAHANANEWS.CO - Pemerintah Iran melontarkan komentar keras terkait meninggalnya Senator Amerika Serikat Lindsey Graham, tokoh Partai Republik yang dikenal sebagai pendukung kuat Israel dan kerap menyuarakan sikap tegas terhadap Teheran.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut Graham sebagai sosok yang sepanjang hidupnya identik dengan agresi dan ancaman terhadap negara lain.
Baca Juga:
Kasus Kekerasan Anak Gegerkan Bekasi, Korban Berusia 4 Tahun Dirawat Kritis di PICU
“Rakyat kami tidak akan berduka untuk sosok yang filosofi hidupnya adalah agresi dan intimidasi,” kata Baghaei, Senin (13/7/2026).
“Keseluruhan dirinya dipenuhi dengan niat jahat,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah sejumlah media dan penyiar televisi pemerintah Iran secara terbuka menyambut kematian Graham dalam berbagai siaran yang ditayangkan pada Minggu (12/7/2026).
Baca Juga:
Pengamanan TNI Dicabut, Kejagung Bantah Isu Febrie Adriansyah Berada di Luar Negeri
Lindsey Graham, senator senior dari Partai Republik yang mewakili negara bagian South Carolina, dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu (11/7/2026) malam waktu Amerika Serikat dalam usia 71 tahun.
Menurut keterangan resmi kantornya, Graham meninggal akibat sakit mendadak.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dikenal dekat dengan Graham menyampaikan belasungkawa dan menyebutnya sebagai seorang patriot sejati.
Trump memuji Graham sebagai “patriot Amerika sejati” yang akan “sangat dirindukan”.
Sepanjang karier politiknya, Graham dikenal sebagai pendukung kuat kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang agresif, termasuk mendukung invasi militer AS ke Irak dan mendorong langkah militer terhadap Iran.
Ia juga merupakan salah satu pendukung paling vokal bagi Israel serta mendukung berbagai kebijakan pemerintahan Trump terhadap Teheran.
Bulan lalu, Graham bahkan menyatakan kepada CBS bahwa Amerika Serikat akan “meluluhlantakkan” Iran apabila negara tersebut tidak tunduk terhadap kendali AS atas Selat Hormuz.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut menyampaikan belasungkawa dan menyebut Graham sebagai “salah satu sahabat terbesar” Israel.
Meninggalnya Graham secara mendadak juga memicu berbagai spekulasi dan teori konspirasi karena peristiwa itu terjadi hanya sehari setelah dirinya melakukan kunjungan ke Ukraina.
Dalam kunjungan tersebut, Graham diketahui bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Jumat (10/7/2026).
Tidak ada informasi publik yang menunjukkan Graham mengalami gangguan kesehatan serius sebelum kunjungan tersebut.
Sementara itu, sejumlah media pemerintah Iran dan pendukung pemerintahan Teheran secara terbuka merayakan kabar kematian senator Amerika Serikat tersebut.
Kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan pemerintah Iran menulis tajuk yang menyindir Graham atas sikapnya terhadap Iran selama ini.
“Graham meninggal dunia, membawa ambisi penghancuran Iran bersamanya ke liang kubur,” tulis Tasnim.
Seorang penyiar televisi pemerintah Iran bahkan secara terang-terangan menyampaikan ucapan yang bernada perayaan atas meninggalnya Graham.
“Berita ini begitu manis hingga saya membacanya dua kali,” ucap penyiar tersebut.
“Saya mengucapkan selamat kepada bangsa Iran atas dikirimnya Senator AS Lindsey Graham, yang anti-Iran dan gemar mengobarkan perang, ke neraka,” lanjutnya.
Di media sosial, sejumlah pendukung pemerintahan Iran juga membagikan gambar dan unggahan yang menampilkan daftar tokoh yang dianggap sebagai musuh Iran.
Dalam sejumlah gambar tersebut, wajah Lindsey Graham terlihat diberi tanda silang merah besar yang menandakan dirinya sebagai sosok yang telah meninggal dunia
[Redaksi: Rinrin Khaltarina]