WAHANANEWS.CO, Jakarta - Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) gugur dalam rentang 24 jam di Lebanon selatan, dan militer Israel langsung membuka penyelidikan sambil menyatakan bahwa insiden tersebut belum tentu akibat tindakan mereka, Senin (30/3/2026).
Militer Israel mengungkapkan tengah menyelidiki dua insiden berbeda yang menewaskan tiga personel Indonesia tersebut di wilayah operasi aktif di Lebanon selatan.
Baca Juga:
Dana Gereja Rp28 Miliar Raib, Eks Pejabat BNI Gunakan untuk Bisnis dan Mini Zoo
“Insiden-insiden ini sedang ditinjau secara menyeluruh untuk memperjelas situasinya dan menentukan apakah akibat aktivitas Hizbullah atau aktivitas IDF (Israel Defense Forces)," ungkap Militer Israel dalam pernyataan resmi.
Pihak Israel juga menegaskan bahwa lokasi kejadian merupakan area pertempuran aktif yang sedang berlangsung antara pasukan mereka dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.
“Oleh karena itu, tidak dapat langsung diasumsikan bahwa insiden yang menimpa pasukan UNIFIL disebabkan oleh IDF,” jelas pernyataan tersebut.
Baca Juga:
Tanpa Naikkan Harga, Pemerintah Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai April 2026
Berdasarkan keterangan UNIFIL, dua prajurit Indonesia tewas akibat ledakan dari sumber yang belum diketahui yang menghantam kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka.
Sementara itu, satu prajurit Indonesia lainnya gugur dalam insiden terpisah ketika sebuah proyektil meledak di dekat posisi UNIFIL di wilayah Adchital-Qusayr, Lebanon selatan, Minggu (29/3/2026), dan satu prajurit lain mengalami luka kritis.
Kematian pada Minggu tersebut menjadi korban pertama dari pasukan penjaga perdamaian PBB sejak pecahnya kembali konflik antara Israel dan kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, yang dimulai pada Minggu (2/3/2026).
“Ini merupakan dua insiden berbeda dan kami menanganinya sebagai dua insiden terpisah,” kata juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel.
Dalam upaya konfirmasi, media Israel The Times of Israel juga telah meminta keterangan kepada pihak militer Israel terkait insiden tersebut dan memperoleh jawaban serupa bahwa penyelidikan sedang berlangsung.
Sebelumnya, Kepala Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB Jean-Pierre Lacroix memastikan bahwa dua korban tewas dalam ledakan pada Senin merupakan warga negara Indonesia sehingga total tiga prajurit TNI gugur dalam kurun waktu 24 jam.
“Ia menyampaikan keterangan itu saat diwawancarai wartawan,” demikian disampaikan terkait pernyataan Lacroix mengenai insiden tersebut.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]