WahanaNews.co | Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi menyerukan penghentian segera latihan militer China di sekitar Taiwan.
Latihan militer itu diluncurkan setelah Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan pada Selasa (2/8) lalu.
Baca Juga:
Harga Beras di Jepang Nyaris Tembus Rp100 Ribu, Stok Langka dan Panic Buying Meluas
"Tindakan China kali ini memiliki dampak serius pada perdamaian dan stabilitas kawasan dan masyarakat internasional. Saya sekali lagi menuntut penghentian segera latihan militer ini," kata Hayashi kepada wartawan di Phnom Penh, di mana dia menghadiri pertemuan Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara, seperti dikutip AFP, Kamis (4/8).
Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan empat dari lima rudal balistik China yang tampaknya mendarat di zona ekonomi eksklusif Jepang diyakini terbang di atas pulau utama Taiwan.
Jepang telah mengajukan protes diplomatik dengan China atas dugaan pendaratan rudal di ZEE-nya, saat Beijing mengadakan latihan militer skala besar di perairan sekitar Taiwan.
Baca Juga:
Liburan ke Bali Makin Mudah, Kolaborasi Indonesia-Jepang Genjot Wisatawan
Sebanyak lima rudal China masuk wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang, Kamis (4/8) malam waktu setempat.
Informasi ini disampaikan oleh kantor berita Jepang Kyodo News dalam pernyataan di Twitter.
Menteri Pertahanan Jepang, Nobuo Kishi, menuturkan ini merupakan pertama kalinya rudal balistik China mendarat di dalam ZEE negara itu, dikutip dari Reuters.