WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sebuah kapal kargo berbendera Panama yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran asal Korea Selatan dilaporkan mengalami ledakan hebat yang memicu kebakaran saat sedang berlabuh di kawasan Selat Hormuz, Senin (4/5/2026) malam.
Insiden ini terjadi di tengah situasi geopolitik kawasan yang sedang memanas, sehingga sempat menimbulkan kekhawatiran akan dampak yang lebih luas terhadap jalur pelayaran internasional.
Baca Juga:
Kapal Kargo Nyaris Tabrak Rumah Warga Norwegia, Selamat Beberapa Meter
Kapal yang diketahui bernama HMM Namu tersebut berada di luar batas pelabuhan Umm Al Quwain saat kejadian berlangsung.
Meski ledakan cukup signifikan dan disertai kobaran api, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Seluruh awak kapal berhasil dipastikan dalam kondisi selamat.
Mengutip laporan The Korea Herald, ledakan terjadi sekitar pukul 20.40 waktu setempat.
Baca Juga:
Mobil Tangki Tirta Nauli Sibolga Jatuh ke Laut Saat Isi Air ke Kapal Kargo, Kenek Tewas
Saat insiden terjadi, kapal mengangkut total 24 awak, yang terdiri dari enam warga negara Korea Selatan dan 18 awak berkewarganegaraan asing.
Informasi awal menyebutkan bahwa ledakan berasal dari sisi kiri ruang mesin kapal. Keterangan tersebut diperoleh dari kapal lain yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Setelah ledakan, kapal langsung berada dalam status siaga darurat, dan seluruh awak telah dipastikan aman hingga sekitar pukul 21.00 waktu setempat.
Hingga saat ini, otoritas terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.
Sejumlah kemungkinan tengah dikaji, mulai dari faktor teknis hingga dugaan adanya serangan atau ranjau laut yang hanyut di perairan tersebut.
Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan bersama Kementerian Luar Negeri terus melakukan koordinasi dan verifikasi melalui jalur resmi guna memastikan informasi yang akurat.
Selain itu, berbagai instansi terkait seperti otoritas pertahanan dan penjaga pantai juga telah dilibatkan dalam pemantauan situasi.
Pemerintah Korea Selatan menegaskan bahwa tidak ada warganya yang menjadi korban dalam peristiwa ini, sekaligus memastikan langkah penanganan terus dilakukan secara intensif.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk dan paling strategis di dunia, khususnya untuk distribusi minyak dan energi global.
Ketidakstabilan keamanan di wilayah tersebut membuat sejumlah kapal harus meningkatkan kewaspadaan, bahkan ada yang terpaksa tertahan dan menghadapi risiko tinggi selama melintas.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]