WAHANANEWS.CO, Jakarta - Turki mengambil langkah strategis dengan menyiapkan lima jalur alternatif untuk distribusi minyak dan gas sebagai upaya mengantisipasi potensi gangguan di Selat Hormuz.
Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Asia Barat yang dinilai dapat mengancam kelancaran distribusi energi global.
Baca Juga:
Badan Intelijen Turki Buka Kedok Jaringan Mata-mata Mossad di Istanbul
Langkah antisipatif tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan energi, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur vital bagi pengiriman minyak mentah dan gas alam dari negara-negara Teluk ke berbagai belahan dunia.
Ketergantungan tinggi terhadap jalur ini membuat setiap gangguan berdampak luas terhadap pasar energi internasional.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan pada Kamis, 2 April 2026 bahwa rezim baru untuk Selat Hormuz sedang disiapkan.
Baca Juga:
Pertemuan Bisnis Menperin di Turki Buka Peluang Investasi Baru Sektor Industri
Ia menyebut aturan tersebut akan menetapkan ketentuan bagi lalu lintas kapal militer dan komersial.
Sejumlah rute alternatif yang disiapkan Turki melibatkan kombinasi jalur darat dan laut.
Di antaranya adalah jalur yang melintasi Irak dan Suriah, serta opsi lain melalui Terusan Suez dan koridor Laut Merah. Informasi ini dilaporkan oleh Bernama pada Sabtu, 4 April 2026.