"Saya berterima kasih atas refleksi ini dan atas kata-kata penting selama kunjungan ini, dari sebuah tempat yang mewakili ruang menjadi milik Tuhan, sebuah ruang ilahi dan suci, di mana banyak orang datang untuk berdoa dan mencari kehadiran Yang Maha Tinggi dalam hidup mereka," kata Paus Leo.
Paus Leo juga menyoroti peran masjid sebagai pusat keagamaan sekaligus intelektual serta pentingnya pengembangan pengetahuan manusia untuk memahami ciptaan dan martabat manusia.
Baca Juga:
Baru Sebulan Menikah, Suami di Minahasa Tega Bunuh Istri
Dalam kunjungan itu, Paus turut menandatangani buku kehormatan dengan pesan: "Semoga rahmat Yang Maha Tinggi menjaga rakyat Aljazair dan seluruh umat manusia dalam damai dan kebebasan."
Selama kunjungan, Paus didampingi oleh Kardinal George Jacob Koovakad serta Uskup Agung Aljir Jean-Paul Vesco.
Masjid Agung Aljir sendiri dibangun atas perintah mantan Presiden Abdelaziz Bouteflika sebagai simbol religiusitas moderat dan kini menjadi masjid terbesar ketiga di dunia dengan kapasitas hingga 120.000 jamaah.
Baca Juga:
Duka di Kalbar, Seluruh Penumpang Heli PK-CFX Meninggal Dunia
Menara masjid ini menjulang setinggi 267 meter, menjadikannya yang tertinggi di dunia, sementara ruang salat utamanya memiliki kubah besar berdiameter 50 meter dan tinggi 70 meter.
Selain sebagai tempat ibadah, kompleks masjid ini juga dilengkapi fasilitas budaya dan akademik seperti perpustakaan, pusat penelitian, museum, hingga ruang publik lainnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.