WahanaNews.co | Presiden Joko Widodo (Jokowi) bercerita soal praktik demokrasi di Indonesia pada pembukaan KTT G20, yang digelar di Kabupaten Badung, Bali.
Jokowi menyebut demokrasi di Indonesia berjalan dengan penyelenggaraan berbagai pemilihan langsung, mulai dari tingkat desa, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.
Baca Juga:
Lebaran kedua Gibran Ikuti Tradisi Sungkem ke Jokowi di Solo, Mengaku Dapat Wejangan
"Demokrasi di Indonesia berjalan dari tataran tingkat desa, pemilihan kepala desa, sampai tataran negara, pemilihan presiden, gubernur, bupati, dan wali kota," kata Jokowi pada KTT G20 di Badung, Selasa (15/11).
Jokowi berkata Indonesia sebagai negara demokrasi menyadari pentingnya dialog untuk mempertemukan perbedaan. Oleh karena itu, Indonesia berupaya mewujudkan hal itu lewat G20.
Ia menyebut semua negara tak punya opsi selain kolaborasi. Menurutnya, paradigma kolaborasi sangat diperlukan untuk menyelamatkan dunia saat ini.
Baca Juga:
Setelah Sambangi Megawati, Didit Putra Prabowo Baru ke Rumah Jokowi
"Kita semua memiliki tanggung jawab, bukan hanya kepada masyarakat masing-masing negara, tetapi juga masyarakat dunia," ujarnya.
Setelah itu, Jokowi menyinggung soal peperangan. Ia mendorong perang untuk dihentikan agar dunia dapat terus bergerak maju.
"Kita tidak boleh memecah belah dunia. Kita harus mencegah dunia jatuh ke dalam perang dingin berikutnya," katanya. [rna]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.