Konflik antara manusia dan gajah sendiri masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Sri Lanka.
Berdasarkan data resmi pemerintah, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 438 ekor gajah mati, sementara konflik tersebut juga menyebabkan 158 korban jiwa dari pihak manusia.
Baca Juga:
Masuki Musim Pancaroba, Dinkes Tangerang dan Tangsel Imbau Warga Tak Panik Hadapi Super Flu
Situasi tersebut semakin diperparah oleh dampak Siklon Ditwah yang melanda pada akhir tahun lalu dan menghancurkan banyak titik pagar pelindung gajah.
Melalui penetapan tenggat waktu perbaikan ini, pemerintah berharap stabilitas keamanan serta rasa aman masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan habitat gajah dapat segera pulih.
Siklon Ditwah diketahui melintasi wilayah Sri Lanka pada 28 November 2025 sebelum bergerak kembali ke arah Teluk Benggala.
Baca Juga:
Komdigi Putus Sementara Akses Grok, Lindungi Publik dari Konten Pornografi AI
Badai tersebut memicu salah satu bencana banjir terparah yang pernah terjadi di negara itu sejak awal tahun 2000-an.
Sejumlah distrik dilaporkan mengalami dampak paling signifikan, di antaranya Gampaha, Colombo, Puttalam, dan Mannar di wilayah barat, serta Trincomalee dan Batticaloa di kawasan timur.
Selain banjir, longsor mematikan di daerah perbukitan tengah turut menghancurkan wilayah Kandy, Badulla, dan Matale.