WAHANANEWS.CO, Jakarta - Jalur pendakian yang biasanya sunyi berubah mencekam ketika seorang perempuan ditemukan tewas tergeletak, diduga menjadi korban serangan singa gunung di pegunungan Colorado, Amerika Serikat.
Seorang perempuan dilaporkan tewas diduga diserang singa gunung atau cougar di jalur pendakian Crosier Mountain, Colorado, Amerika Serikat, Kamis (1/1/2025).
Baca Juga:
Orangutan Tapanuli Kian Terdesak, Habitat Terpecah dan Populasi Nyaris Punah
Apabila hasil penyelidikan resmi mengonfirmasi penyebab kematian korban, insiden ini akan tercatat sebagai serangan singa gunung mematikan pertama di Colorado sejak 1999.
Colorado Parks and Wildlife menyatakan dua ekor singa gunung yang diduga terlibat dalam insiden tersebut telah dieutanasia demi menjaga keselamatan publik.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.15 waktu setempat di wilayah Larimer County saat sejumlah pendaki melihat seekor singa gunung berada di dekat tubuh seorang perempuan yang tergeletak di jalur pendakian, kata juru bicara CPW Kara Van Hoose.
Baca Juga:
Bandung Barat Geger, Macan Tutul Jawa Kabur dari Lembang Park and Zoo
“Ketika mereka mulai mendekat, mereka mencoba mengusir singa gunung itu dengan melempar batu ke arah hewan tersebut, dan akhirnya singa itu menjauh,” kata Van Hoose kepada wartawan.
Van Hoose menjelaskan salah satu saksi mata merupakan seorang dokter yang langsung memeriksa kondisi korban dan mendapati nadi korban sudah tidak berdenyut.
Setelah laporan diterima, operasi pencarian besar-besaran segera dilakukan dengan melibatkan petugas satwa liar, deputi sheriff, polisi taman nasional, serta petugas pemadam kebakaran sukarela.
Upaya pencarian juga didukung dari udara oleh seorang ahli biologi negara bagian yang tengah melakukan survei tahunan populasi rusa menggunakan helikopter, jelas Van Hoose.
“Kami juga menghubungi pawang anjing pemburu untuk melacak jejak aroma singa gunung, dan metode ini sangat efektif untuk menemukan satwa tersebut,” kata Van Hoose.
Salah satu singa gunung ditembak di lokasi kejadian, namun hewan tersebut sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditemukan kembali dan ditembak hingga mati.
Seekor singa gunung lain yang berada di sekitar lokasi kejadian juga dibunuh sesuai kebijakan negara bagian yang mewajibkan eutanasia terhadap satwa liar yang terlibat dalam serangan terhadap manusia.
Van Hoose menuturkan singa gunung merupakan hewan yang sangat teritorial sehingga besar kemungkinan hanya satu individu yang terlibat langsung dalam serangan tersebut.
Kedua bangkai singa gunung akan menjalani pemeriksaan nekropsi oleh ahli patologi untuk mendeteksi kemungkinan penyakit neurologis seperti rabies serta keberadaan DNA manusia.
Sementara itu, kantor koroner Larimer County akan merilis identitas korban dan penyebab resmi kematiannya setelah proses pemeriksaan selesai.
“Sejak 1990, hanya ada 28 serangan singa gunung yang tercatat di Colorado, dan kematian terakhir terjadi pada 1999,” kata Van Hoose.
Ia menjelaskan singa gunung lebih sering terlihat pada musim dingin karena mengikuti pergerakan rusa dan elk ke dataran yang lebih rendah.
Van Hoose mengimbau masyarakat agar membuat suara keras, mengangkat benda di atas kepala untuk terlihat lebih besar, serta mundur perlahan jika bertemu singa gunung di alam liar.
Colorado diperkirakan menjadi habitat bagi sekitar 3.800 hingga 4.400 ekor singa gunung dewasa, tidak termasuk anak singa gunung.
Populasi satwa tersebut meningkat sejak 1965 setelah diterapkannya kebijakan pengelolaan satwa yang lebih mendukung.
Singa gunung memiliki wilayah sebaran terluas di antara mamalia asli Benua Amerika selain manusia, membentang dari Kanada bagian barat hingga Argentina.
Di Amerika Serikat, singa gunung kini punah atau terancam punah di wilayah timur dan lebih banyak ditemukan di negara bagian barat.
Singa gunung dewasa dapat mencapai panjang lebih dari 1,8 meter dengan berat sekitar 60 kilogram atau lebih serta memiliki ekor berujung hitam.
Makanan utama singa gunung adalah rusa, dengan teknik berburu mengendap sebelum menerkam mangsa dari posisi yang lebih tinggi seperti pepohonan atau bebatuan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]