WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyampaikan kecaman keras atas serangan teroris yang terjadi pada Jumat, 20 Februari 2026, di Negara Bagian Zamfara, wilayah barat laut Nigeria.
Aksi bersenjata tersebut menimbulkan korban jiwa dari kalangan warga sipil serta menyebabkan sejumlah perempuan dan anak-anak diculik oleh para pelaku.
Baca Juga:
BKSAP DPR dan MUI Perkuat Sinergi, Siapkan Konferensi Dukungan untuk Palestina pada Agustus 2026
Insiden berdarah itu kembali menambah daftar panjang kekerasan yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Serangan dilaporkan berlangsung brutal dengan menyasar permukiman warga.
Sekretaris Jenderal OKI, Hissein Brahim Taha, menegaskan kembali posisi organisasi yang dipimpinnya dalam menolak segala bentuk terorisme dan ekstremisme kekerasan.
Baca Juga:
Ilmuwan Muslim Dunia Diganjar Mustafa Prize, Febriansyah Ingatkan Peran Generasi Muda Indonesia
Hissein menyatakan solidaritas penuhnya kepada pemerintah dan rakyat Nigeria serta menyampaikan belasungkawa terdalamnya kepada keluarga para korban.
Selain itu, Sekjen OKI juga mendoakan kesembuhan bagi korban yang mengalami luka-luka serta mendesak pembebasan segera dan tanpa syarat terhadap seluruh perempuan dan anak-anak yang diculik dalam serangan tersebut.
Ia kembali menegaskan komitmen OKI untuk mendukung langkah-langkah pemerintah Nigeria dalam menciptakan keamanan, perdamaian, dan stabilitas nasional.