WAHANANEWS.CO, Jakarta - Bayang-bayang skandal lama itu akhirnya diakui sendiri oleh Bill Gates di hadapan para pegawainya.
Nama pendiri Microsoft, Bill Gates, kembali terseret dalam pusaran kontroversi mendiang Jeffrey Epstein setelah berminggu-minggu bungkam, hingga ia akhirnya buka suara dalam pertemuan internal bersama staf Gates Foundation pada Selasa (24/2/2026).
Baca Juga:
Bill Gates Gandeng Sri Mulyani di Dewan Yayasan Filantropi Global
Dalam forum tertutup tersebut, miliarder berusia 70 tahun itu mengakui pernah melakukan kesalahan besar di masa lalu, termasuk soal kehidupan pribadinya ketika masih menjadi suami dari Melinda French Gates.
"Saya memang berselingkuh. Satu dengan seorang pemain kartu bridge Rusia yang saya temui di acara kompetisi, dan satu lagi dengan seorang ahli fisika nuklir Rusia yang saya kenal lewat urusan bisnis," ungkap Gates secara terbuka.
Pengakuan itu sekaligus membenarkan kabar yang selama ini beredar bahwa ia menjalin hubungan gelap dengan dua wanita asal Rusia saat masih berstatus menikah, yang disebut-sebut kemudian dijadikan “senjata” oleh Epstein untuk menekan dirinya.
Baca Juga:
Pendiri Microsoft, Bill Gates Sebut Masa Depan Dunia Bergantung 3 Hal Ini
Ditegaskannya pula, bahwa tidak ada kaitan antara pertemuannya dengan Epstein dan jaringan perdagangan seks yang menjerat nama pengusaha tersebut.
"Saya tidak pernah melakukan hal terlarang apa pun dengan Epstein," tegasnya.
Soal foto-foto dirinya bersama sejumlah perempuan tak dikenal yang muncul dalam dokumen pengadilan terbaru, Gates memberikan klarifikasi bahwa gambar tersebut diambil atas permintaan Epstein dan asistennya setelah mereka selesai rapat.
Diakuinya bahwa rekam jejak digital bersama Epstein kini menjadi noda hitam bagi reputasi yayasan yang ia dirikan dan kelola.
"Saya minta maaf kepada orang-orang lain yang ikut terseret ke dalam masalah ini akibat kesalahan yang saya perbuat," ujarnya.
Pengakuan tersebut muncul tak lama setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat membuka jutaan halaman dokumen kasus Epstein ke publik, termasuk draf e-mail yang bocor dan memuat klaim Epstein bahwa ia mengetahui perselingkuhan Gates serta membantunya menutupi skandal tersebut.
Nama Gates sendiri sudah lama dikaitkan dengan rekam jejak kelam Epstein yang didakwa atas kasus eksploitasi dan perdagangan seks anak di bawah umur sebelum akhirnya ditemukan tewas di sel penjaranya di Manhattan, New York, pada Agustus 2019.
Kematian yang secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri itu memicu beragam teori konspirasi karena banyaknya tokoh elite dunia yang namanya terseret dalam pusaran kasus tersebut.
Meski berulang kali membantah terlibat dalam kejahatan seksual itu, Gates tak menampik bahwa ia pernah rutin bertemu Epstein selama kurang lebih tiga tahun dengan dalih urusan filantropi, yang kini secara terbuka diakuinya sebagai sebuah kesalahan besar.
Kedekatan dengan Epstein juga diyakini publik menjadi salah satu faktor memudarnya kepercayaan Melinda hingga berujung pada perceraian mereka pada 2021.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]