Diakuinya bahwa rekam jejak digital bersama Epstein kini menjadi noda hitam bagi reputasi yayasan yang ia dirikan dan kelola.
"Saya minta maaf kepada orang-orang lain yang ikut terseret ke dalam masalah ini akibat kesalahan yang saya perbuat," ujarnya.
Baca Juga:
Bill Gates Gandeng Sri Mulyani di Dewan Yayasan Filantropi Global
Pengakuan tersebut muncul tak lama setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat membuka jutaan halaman dokumen kasus Epstein ke publik, termasuk draf e-mail yang bocor dan memuat klaim Epstein bahwa ia mengetahui perselingkuhan Gates serta membantunya menutupi skandal tersebut.
Nama Gates sendiri sudah lama dikaitkan dengan rekam jejak kelam Epstein yang didakwa atas kasus eksploitasi dan perdagangan seks anak di bawah umur sebelum akhirnya ditemukan tewas di sel penjaranya di Manhattan, New York, pada Agustus 2019.
Kematian yang secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri itu memicu beragam teori konspirasi karena banyaknya tokoh elite dunia yang namanya terseret dalam pusaran kasus tersebut.
Baca Juga:
Pendiri Microsoft, Bill Gates Sebut Masa Depan Dunia Bergantung 3 Hal Ini
Meski berulang kali membantah terlibat dalam kejahatan seksual itu, Gates tak menampik bahwa ia pernah rutin bertemu Epstein selama kurang lebih tiga tahun dengan dalih urusan filantropi, yang kini secara terbuka diakuinya sebagai sebuah kesalahan besar.
Kedekatan dengan Epstein juga diyakini publik menjadi salah satu faktor memudarnya kepercayaan Melinda hingga berujung pada perceraian mereka pada 2021.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.