WAHANANEWS.CO, Jakarta - Eropa seperti dipanggang hidup-hidup ketika gelombang panas ekstrem membuat jalan meleleh, rel trem melengkung, rumah sakit dipenuhi pasien, dan lebih dari 1.300 kematian dikaitkan dengan suhu tinggi.
Gelombang panas yang melanda sejumlah negara Eropa disebut sebagai salah satu yang paling parah dalam sejarah pencatatan cuaca.
Baca Juga:
Kekayaan Trump Melesat dari Kripto, Panen Duit Jumbo Rp25 Triliun dalam Setahun
Suhu udara di sejumlah wilayah menembus 40 derajat celsius, sebagaimana dilansir NDTV, Selasa (30/6/2026).
Panas ekstrem itu memecahkan rekor lama dan mengganggu berbagai sisi kehidupan masyarakat.
Sejumlah fasilitas publik ikut terdampak akibat suhu tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga:
Sempat Dicari Usai OTT, Bupati Kuansing dan Sekda Datangi KPK Tengah Malam
Jalan di sejumlah wilayah dilaporkan meleleh akibat paparan panas ekstrem.
Rel trem juga dilaporkan melengkung karena tidak mampu menahan suhu yang terlalu tinggi.
Gelombang panas tersebut turut membuat ribuan orang harus mendapatkan perawatan medis di berbagai rumah sakit di Eropa.