Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat lebih dari 1.300 kematian terjadi sejak Minggu (21/6/2026) yang disebut berkaitan dengan suhu tinggi di Eropa.
Korban meninggal itu mencakup sejumlah anak yang tewas setelah terkunci di dalam mobil.
Baca Juga:
Danantara Tutup 290 BUMN, Rosan Targetkan Cuma Tersisa 300 Perusahaan
Beberapa remaja juga dilaporkan meninggal dunia karena tenggelam saat mencoba mendinginkan tubuh di lokasi berenang yang tidak diawasi.
Di Paris, Perancis, rumah duka dan kamar jenazah dilaporkan kewalahan menghadapi lonjakan jumlah korban meninggal akibat panas.
Perancis melaporkan sedikitnya 74 kematian akibat tenggelam sejak Kamis (18/6/2026).
Baca Juga:
Sambut HUT Kemerdekaan RI ke-81, SDN 030325 Simanduma Gelar Berbagai Lomba
Meski suhu di Perancis mulai menurun, badan meteorologi nasional negara itu telah memperingatkan potensi gelombang panas baru pada Juli 2026.
Dampak gelombang panas ini juga terekam dalam sejumlah video yang viral di media sosial.
Stasiun televisi Nextra TV membagikan video di akun X yang memperlihatkan warga memasak telur dan daging hanya dalam hitungan menit.