Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat lebih dari 1.300 kematian terjadi sejak Minggu (21/6/2026) yang disebut berkaitan dengan suhu tinggi di Eropa.
Korban meninggal itu mencakup sejumlah anak yang tewas setelah terkunci di dalam mobil.
Baca Juga:
Audit Rp1,567 Triliun Sah, Pembelaan Nadiem Makarim Soal Kerugian Negara Terpatahkan
Beberapa remaja juga dilaporkan meninggal dunia karena tenggelam saat mencoba mendinginkan tubuh di lokasi berenang yang tidak diawasi.
Di Paris, Perancis, rumah duka dan kamar jenazah dilaporkan kewalahan menghadapi lonjakan jumlah korban meninggal akibat panas.
Perancis melaporkan sedikitnya 74 kematian akibat tenggelam sejak Kamis (18/6/2026).
Baca Juga:
Perwakilan 19 Marga Pakpak Sambangi Sejumlah Instansi Pusat, Sampaikan Dukungan Atas Persetujuan Lingkungan PT DPM
Meski suhu di Perancis mulai menurun, badan meteorologi nasional negara itu telah memperingatkan potensi gelombang panas baru pada Juli 2026.
Dampak gelombang panas ini juga terekam dalam sejumlah video yang viral di media sosial.
Stasiun televisi Nextra TV membagikan video di akun X yang memperlihatkan warga memasak telur dan daging hanya dalam hitungan menit.